HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Lepas 901 Calon Jemaah Haji, Bupati Semarang Tekankan Solidaritas di Tengah Dominasi Lansia

Laporan: Sodiq | Editor: Muhamad Nuraeni

UNGARAN | HARIAN7.COM – Komposisi jemaah lanjut usia (lansia) yang mencapai lebih dari 75 persen menjadi sorotan dalam pemberangkatan 901 calon jemaah haji (calhaj) Kabupaten Semarang tahun ini. Di tengah dominasi tersebut, satu jemaah berstatus lunas tunda harus diberangkatkan terpisah dari rombongan utama karena keterbatasan kursi.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha secara simbolis melepas para jemaah di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Jumat (17/4/2026). Ia menekankan pentingnya solidaritas antarsesama jemaah, terutama dalam mendampingi kelompok lansia yang rentan.

Baca Juga:  Bau Korupsi Proyek di Kudus, LSM Laporkan 15 Titik Proyek ke Inspektorat

“Jaga kebersamaan, saling membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia,” ujar Ngesti dalam sambutannya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Semarang, H Rozikin, menjelaskan pemberangkatan dilakukan dalam enam kelompok terbang (kloter) mulai 25 April hingga awal Mei 2026. Sebaran terbesar berada di Kloter 22 dan 23 yang masing-masing diisi 354 jemaah.

Di luar pola umum tersebut, satu jemaah asal Kecamatan Tengaran masuk Kloter 24 bersama jemaah dari daerah lain. Ia merupakan jemaah kategori lunas tunda, yakni sudah melunasi biaya haji tetapi sempat tidak mendapatkan alokasi kursi.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Muhammadiyah Mulai Puasa Sehari Lebih Awal

“Sejak awal sudah disampaikan bahwa yang bersangkutan akan terpisah dari rombongan Kabupaten Semarang,” kata Rozikin.

Menurut dia, keberangkatan jemaah tersebut dimungkinkan setelah adanya kursi kosong akibat penundaan dari jemaah lain. Kondisi ini sekaligus menggambarkan masih adanya dinamika dalam pengelolaan kuota haji di daerah.

Baca Juga:  Audiensi DPRD–GABSI Soal Celosia Memanas, Pengelola Siap Tutup Sementara

Di sisi lain, tingginya jumlah jemaah lansia menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan haji tahun ini. Meski demikian, Rozikin memastikan tidak ada perlakuan khusus yang bersifat instruktif kepada petugas, selain imbauan untuk saling membantu.

“Pelayanan tetap maksimal. Justru sering kali jemaah lansia di sana kondisinya lebih sehat,” ujarnya.

Dengan komposisi tersebut, keberhasilan ibadah haji tahun ini tak hanya bergantung pada kesiapan individu, tetapi juga solidaritas antarsesama jemaah di tengah keterbatasan dan dinamika kuota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!