HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jateng Genjot Regenerasi: 630 Ribu Petani Milenial Siap Jaga Lumbung Pangan

Laporan : Shodiq

TEMANGGUNG,HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan melalui percepatan regenerasi petani dan inovasi teknologi. Saat ini, tercatat sebanyak 630 ribu petani milenial di Jateng diproyeksikan menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, dalam Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial di Agro Center Soropadan, Temanggung, Jumat (24/4/2026). Sumarno menekankan bahwa keterlibatan generasi muda sangat krusial mengingat mayoritas petani saat ini sudah memasuki usia non-produktif.

Baca Juga:  Kabar Gembira, Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri Gandeng Operator Lokal Agustus 2023

“Regenerasi adalah kunci. Dengan SDM baru yang adaptif terhadap teknologi, kita optimistis pertanian Jateng akan lebih efisien dan produktif,” ujar Sumarno.

Selain fokus pada SDM, Pemprov Jateng juga tengah merivisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk melindungi lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Langkah ini dibarengi dengan pengelolaan sumber daya air yang ketat demi keberlanjutan produksi.

Baca Juga:  Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K.,M.H : Unsoed Harus Kita Rawat dan Jaga Bersama, Pentingnya Edukasi Hukum di Era Demokrasi dan Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, memaparkan bahwa target luas tanam padi tahun 2026 mencapai 2,38 juta hektare. Hingga Mei 2026, produksi padi diproyeksikan menyentuh angka 4,69 juta ton gabah kering giling.

“Kami juga menerapkan inovasi sistem ‘Sepur’ (Sistem Percepatan Tanam Berkelanjutan) untuk mengoptimalkan lahan agar proses dari panen ke tanam berikutnya bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Defransisco.

Baca Juga:  Bos Anto Owner Wahyu Agung Grop Dukung Mbak Ita Maju Dalam Pilwakot Semarang 2024

Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menghapus stigma negatif profesi petani di mata anak muda. Ia berharap kolaborasi antara 300 penyuluh dan Duta Petani Milenial yang hadir dalam apel ini mampu membuktikan bahwa sektor pertanian adalah profesi yang modern dan menjanjikan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!