HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ganjalan Deposit Visa Rp200 Juta, Sekda Jateng Siapkan Skema ‘Bapak Asuh’ bagi Calon Mahasiswa ke Korsel

Laporan: Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah inovatif untuk membantu 62 siswa kurang mampu yang terancam gagal berangkat studi ke Korea Selatan akibat kendala deposit rekening sebesar Rp200 juta per anak. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, berencana menggandeng para pejabat pemprov sebagai “Bapak Asuh” guna menjamin syarat administrasi visa tersebut.

Isi Berita:

SEMARANG – Sebanyak 62 anak penerima beasiswa program Sister Province asal Jawa Tengah menghadapi tembok besar dalam pengurusan visa studi ke Korea Selatan. Mereka diwajibkan memiliki deposit jaminan di rekening senilai Rp200 juta per mahasiswa.

Menyikapi hal itu, Sekda Jateng Sumarno mengusulkan gerakan “Bapak Asuh” dari kalangan pejabat di lingkungan Pemprov Jateng. Uang tersebut nantinya hanya diparkir sebagai syarat jaminan di rekening selama proses pengurusan visa tanpa dialihkan kepemilikannya.

Baca Juga:  Mayjen TNI (Purn) Fulad: Mari Bersama Menjaga Nama Baik Unsoed

“Uang itu hanya jaminan di rekening, tidak hilang. Saya akan mengajak teman-teman di Pemprov untuk menjadi Bapak Asuh, mungkin satu orang mendampingi satu anak,” ujar Sumarno usai menerima audiensi perwakilan universitas dari Chungcheongbuk-do, Korea Selatan, di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (15/4/2026).

Sumarno menegaskan, program beasiswa ini merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Berbeda dengan beasiswa akademik murni, program ini lebih menekankan pada kompetensi kerja agar lulusannya kelak dapat langsung terserap industri dan mengangkat derajat ekonomi keluarga.

Selain jaminan visa, Pemprov Jateng juga sedang bernegosiasi dengan pihak universitas di Korea Selatan untuk memberikan potongan biaya asrama. “Kami minta bantuan karena asramanya milik perguruan tinggi, agar diberi diskon supaya anggaran kita bisa meng-cover lebih banyak peserta,” tambah Sumarno mewakili Penjabat Gubernur Jateng.

Baca Juga:  Meninjau Pelaksanaan PPDB, Antara Keadilan dan Tantangan Daya Tampung, Ini Penjelasan Kadisdikbud Jateng

Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng, Syamsudin Isnaini, merinci bahwa dari 1.825 pendaftar, telah terpilih 62 peserta terbaik. Mereka dijadwalkan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3 di UPI Bandung pada 17 Mei 2026 sebagai penentu akhir keberangkatan.

Meski seluruh kebutuhan dasar seperti pelatihan dan tiket keberangkatan telah dianggarkan melalui APBD sebesar Rp2,7 miliar, dana deposit visa tetap menjadi kendala krusial. Jika 62 anak lolos, total dana jaminan yang dibutuhkan mencapai hampir Rp13 miliar. Saat ini, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) baru berkomitmen membantu sekitar Rp5,5 miliar.

Baca Juga:  Dedikasi Tanpa Cacat, 35 Personel Polres Semarang Dianugerahi Satya Lencana Pengabdian

“Untuk pengurusan visa satu anak membutuhkan deposit selama 3-4 bulan. Inilah kendala utama yang sedang kita cari solusinya bersama,” jelas Syamsudin.

Di sisi lain, Dekan Kantor Urusan Internasional Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, mengapresiasi kualitas calon mahasiswa asal Jateng. Dari 10 negara yang dikunjungi, ia menilai Indonesia adalah yang paling siap.

“Ini hasil kerja keras pemerintah daerah. Setelah proses wawancara, saya merasa para siswa ini luar biasa dan ingin membawa mereka semua ke Korea,” ungkapnya. Pihak universitas juga menjanjikan dukungan penuh berupa beasiswa tambahan dan program penempatan kerja pascastudi.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!