Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN | HARIAN7.COM – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapas Kelas IIB Purwodadi tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan persatuan harus hidup di setiap ruang, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 digelar di lapangan Lapas Purwodadi, Senin (1/6/2026), dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, bertindak sebagai inspektur upacara. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga penyampaian amanat Hari Lahir Pancasila.

Dalam amanatnya, Erik menekankan bahwa Pancasila tidak sekadar menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik bagi petugas pemasyarakatan maupun warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.

“Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh jajaran dan warga binaan untuk terus menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah fondasi bangsa yang harus terus kita jaga dan implementasikan demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan,” kata Erik.

Peringatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter kebangsaan di lingkungan lapas. Di tengah berbagai latar belakang yang berbeda, semangat persatuan dan cinta tanah air dinilai tetap menjadi modal penting dalam proses pembentukan kembali karakter warga binaan.

Lapas Purwodadi menilai nilai-nilai Pancasila memiliki peran strategis dalam membangun sikap toleransi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sesama.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, jajaran Lapas Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan, pembinaan, maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.

Bagi Lapas Purwodadi, Pancasila bukan hanya diucapkan saat upacara, tetapi menjadi prinsip yang diterapkan dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang humanis, tertib, dan berorientasi pada pembinaan.(*)