Disdag Semarang Pastikan Izin Toko Ganjel Rel di Johar Sesuai Prosedur, Pedagang Disebut Mendukung
Laporan: Muhamad Nuraeni
SEMARANG | HARIAN7.COM – Keberadaan usaha Toko Kue Gambang atau roti ganjel rel di kawasan Pasar Johar dipastikan telah melalui prosedur yang sesuai. Dinas Perdagangan Kota Semarang menyebut pemanfaatan bangunan tersebut juga telah mendapat persetujuan dari para pedagang setempat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan bangunan yang kini digunakan sebagai tempat usaha sebelumnya dalam kondisi terbengkalai selama bertahun-tahun.
“Melihat potensi yang ada, kami tawarkan kepada pelaku usaha untuk menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Johar,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan dorongan dari Kementerian Perdagangan agar Pasar Johar kembali ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, pemanfaatan bangunan kosong dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk menarik pengunjung.
Sebelum izin diberikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP). Meski sempat muncul kekhawatiran terkait persaingan usaha, para pedagang akhirnya disebut menerima bahkan mendukung kehadiran usaha tersebut.
“Kalau dari awal pedagang menolak, tentu tidak akan kami izinkan. Faktanya mereka justru senang karena ikut meramaikan,” kata dia.
Ia juga menegaskan, izin yang diberikan tidak melanggar ketentuan, termasuk terkait status bangunan cagar budaya. Pemanfaatan dilakukan tanpa mengubah fungsi maupun bentuk bangunan.
Menanggapi polemik yang berkembang, Aniceto meminta agar tidak ada serangan yang mengarah ke individu tertentu. Ia menilai usaha tersebut merupakan hasil kerja bersama, termasuk melibatkan generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Jangan menyerang pribadi. Lihat sisi positifnya, ini bisa menjadi destinasi baru di Semarang,” tegasnya.
Terkait isu pembongkaran pagar di kawasan pasar, ia membantah kabar tersebut. Menurutnya, yang dilakukan hanyalah penataan akses agar lebih ramah bagi pengunjung, seperti perataan tangga untuk memudahkan lansia dan ibu hamil.
Selain itu, Dinas Perdagangan tengah menyiapkan sejumlah program untuk menghidupkan kembali Pasar Johar, di antaranya mengaktifkan kembali Pasar Maling serta menghadirkan konsep “Johar Malam Hari” (Ojolari).
Program tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada 2 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama di area lantai atas pasar yang saat ini masih relatif sepi.













Tinggalkan Balasan