Digitalisasi Perizinan Makassar Dipuji BGN, Dorong Percepatan Standarisasi Layanan Gizi
MAKASAR | HARIAN7.COM – Langkah Pemerintah Kota Makassar dalam mendigitalisasi sistem perizinan investasi menuai apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Inovasi ini dinilai strategis dalam mempercepat standarisasi layanan kesehatan dan pemenuhan gizi, terutama untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, saat melakukan kunjungan kerja ke Makassar guna meninjau kesiapan infrastruktur penguatan gizi masyarakat, Kamis (2/4).
Menurut Khairul, digitalisasi perizinan yang dilakukan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar (DPMPTSP) mampu memangkas birokrasi dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, khususnya di sektor kesehatan dan jasa boga.
“Inovasi seperti aplikasi SOLATA’ BOSS dan pemanfaatan AI Chatbot telah mendorong transparansi serta efisiensi dalam proses perizinan mandiri (non-OSS),” ujar dia.
Ia menilai, integritas sistem perizinan menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan pangan dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Kepastian izin yang bersih dari praktik pungutan liar juga dinilai penting agar pelaku usaha dapat fokus pada peningkatan kualitas layanan.
“Kami sangat mengapresiasi transparansi perizinan melalui sistem digital yang diterapkan di Makassar. Kepastian izin yang bebas dari praktik pungli sangat krusial bagi mitra kami di daerah,” kata Khairul.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemudahan akses perizinan bagi tenaga kesehatan dan laboratorium gizi akan berdampak langsung terhadap akurasi pemantauan status gizi masyarakat.
Khairul menyebut, sistem perizinan digital yang akuntabel di Makassar berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain. Dengan proses yang cepat dan transparan, ketersediaan fasilitas kesehatan serta laboratorium gizi yang terstandarisasi dapat dipercepat.
“Hal ini penting untuk memastikan setiap anak dan keluarga mendapatkan akses pangan serta layanan kesehatan yang berkualitas,” tambahnya.
Selain itu, keberadaan Mall Pelayanan Publik Makassar City Gallery turut memperkuat integrasi layanan. Fasilitas ini menjadi pusat layanan terpadu yang mendukung ekosistem investasi, khususnya di sektor strategis terkait ketahanan pangan dan gizi nasional.
Digitalisasi yang dijalankan Pemkot Makassar ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi berbasis teknologi tidak hanya mempercepat investasi, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.(BN)













Tinggalkan Balasan