Dari UMKM hingga Wali Band, Hamzah Pastikan Lebaran Depok 2026 Lebih Semarak
DEPOK | HARIAN7.COM — Persiapan perhelatan Lebaran Depok 2026 di Depok terus dikebut. Dengan waktu kurang dari satu bulan, panitia pelaksana mematangkan konsep acara agar perayaan budaya tahunan ini tampil lebih meriah, tertata, dan berdampak bagi masyarakat.
Ketua panitia, Hamzah, mengatakan percepatan persiapan menjadi fokus utama usai rapat koordinasi yang digelar di kawasan GDC Alun-Alun Depok, belum lama ini. Ia menegaskan seluruh unsur panitia diminta bergerak cepat demi memastikan kesiapan acara.
“Waktu kita tinggal sekitar tiga minggu. Seluruh panitia harus bergerak cepat agar Lebaran Depok 2026 tampil lebih semarak dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Hamzah,Senin (06/04/2026)
Tahun ini, Lebaran Depok mengusung tema “Depok Kota Kita” yang disebut merupakan arahan langsung Wali Kota Depok, Supian Suri. Tema tersebut mencerminkan karakter warga Depok yang kreatif, inklusif, dan tumbuh dari keberagaman budaya.
Menurut Hamzah, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan menjadi dasar penyelenggaraan acara yang mengedepankan nilai sosial, budaya, dan ekonomi.
Pembukaan Lebaran Depok 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2026 di tiga kecamatan, yakni Tapos, Cipayung, dan Sawangan. Sejumlah kegiatan khas Betawi-Depok seperti ngubek empang dan ngaduk dodol akan digelar bersamaan dengan bazar UMKM dan pertunjukan seni.
“Pembukaan di tiga titik ini agar masyarakat bisa langsung merasakan atmosfer Lebaran Depok dari wilayahnya masing-masing,” kata Hamzah.
Selanjutnya, pusat kegiatan akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun GDC Timur pada 6–9 Mei 2026. Beragam agenda disiapkan, mulai dari pentas seni, bazar UMKM, lomba, parade budaya, hingga hiburan musik pada malam puncak.
Keberagaman budaya menjadi salah satu kekuatan utama dalam perayaan tahun ini. Hamzah menyebut Depok sebagai miniatur Indonesia yang dihuni berbagai latar belakang etnis.
“Konsep budaya Nusantara sangat relevan dengan kondisi masyarakat Depok saat ini,” ujarnya.
Puncak acara akan berlangsung pada 9 Mei 2026 melalui Pawai Budaya Nusantara yang menampilkan ragam tradisi dari berbagai daerah.
Di sektor ekonomi, panitia membatasi jumlah peserta bazar sekitar 200 pelaku UMKM. Kebijakan ini diambil agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan peluang transaksi lebih optimal.
“UMKM harus benar-benar merasakan dampaknya, bukan sekadar meramaikan acara,” kata Hamzah.
Prioritas diberikan kepada UMKM binaan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal Depok. Selain itu, sekitar 60 sanggar seni dijadwalkan tampil,
menampilkan kesenian seperti lenong, gambang kromong, marawis, hingga teater budaya.
Salah satu pertunjukan yang dinantikan adalah opera bertema Prabu Siliwangi dari Dewan Kesenian Kota Depok.
Untuk hiburan, grup musik Wali Band dipastikan tampil pada malam penutupan. Panitia juga menyiapkan hiburan rakyat serta pembagian doorprize setiap hari guna meningkatkan partisipasi warga.
Hamzah menegaskan, Lebaran Depok 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Yang kita kejar bukan hanya ramai, tetapi juga berkesan dan bermanfaat bagi warga,” ucapnya.













Tinggalkan Balasan