Ramadan di Rutan Salatiga: Doa-doa Menggema dari Selasar Tahanan
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Malam pertama pekan Ramadan di Rumah Tahanan Negara Salatiga berjalan dalam suasana tenang. Senin, (2/6/2026) puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memenuhi selasar rutan untuk menunaikan shalat tarawih berjamaah.
Di ruang terbuka beratap itu, barisan saf tersusun rapi. Shalat dipimpin imam dari Yayasan Hati Beriman Salatiga yang selama ini menjadi mitra pembinaan kerohanian warga binaan. Lantunan ayat suci mengalun pelan, menghadirkan suasana khidmat di lingkungan yang sehari-hari identik dengan pembatasan dan pengawasan.
Kegiatan tak berhenti selepas tarawih. Para WBP melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Beberapa di antara mereka membaca bergantian, yang lain menyimak dengan saksama. Ramadan, bagi mereka, menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar memperbaiki diri.
Pembimbing kepribadian Rutan Salatiga, Candra Widianto, mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan para warga binaan di bulan Ramadan.” Ia menambahkan, pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembentukan karakter selama menjalani masa pidana.
Yusuf, salah satu narapidana kasus pencurian, mengaku kegiatan tersebut memberi ketenangan batin. “Saya sangat senang dengan adanya shalat tarawih berjamaah ini, walaupun sedang menjalani masa pidana saya tetap bisa fokus untuk beribadah pada bulan Ramadan ini,” ungkapnya.
Pengelola rutan berharap, melalui tarawih dan tadarus yang digelar rutin, bulan suci ini dapat menjadi ruang refleksi bagi para WBP. Di balik jeruji, Ramadan diharapkan tak sekadar ritual tahunan, melainkan titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.(*)












Tinggalkan Balasan