HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Patroli Malam Operasi Ketupat, Polres Salatiga Amankan 116 Motor Berknalpot Brong

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Polres Salatiga mengamankan 116 sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis dalam patroli malam yang digelar Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 15 Maret 2026. Penindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

Patroli dipimpin langsung Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi dengan melibatkan personel piket fungsi serta petugas yang bertugas di Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu.

Kapolres menjelaskan patroli dilakukan dengan sistem hunting yang dipadukan dengan penyekatan di sejumlah titik pintu masuk kota.

Baca Juga:  Pemkab Kudus Beri Jaminan Pelayanan Kesehatan bagi Santri dari Luar Kota, Itu Kata Bupati

“Personel piket fungsi yang dibekali Sprint UKL (Unit Kecil Lengkap) terdiri dari Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, Sat Samapta, BKO Brimob, serta fungsi lainnya melaksanakan penyisiran di sejumlah jalur dalam Kota Salatiga. Sementara personel yang bertugas di Pospam yang berada di pintu masuk Kota Salatiga kami arahkan untuk melaksanakan penyekatan. Dari patroli yang dimulai Sabtu pukul 23.00 WIB hingga Minggu dini hari, berhasil diamankan 116 sepeda motor dengan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi,” jelas AKBP Ade Papa Rihi.

Seluruh kendaraan yang terjaring kemudian diamankan di Gudang Barang Bukti Satlantas Polres Salatiga untuk proses penindakan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Samsat Kabupaten Semarang Diserbu Warga, Bupati Turun Langsung Bagikan Suvenir

Kapolres menegaskan patroli akan terus diintensifkan selama Operasi Ketupat Candi 2026, terutama pada malam hingga dini hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selama Operasi Ketupat Candi ini, patroli terus kami intensifkan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain knalpot brong, kami juga mengantisipasi perang sarung, petasan, balap liar, dan berbagai tindakan lain yang meresahkan masyarakat serta dapat mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pengeroyokan di Nganjuk Jadi Perhatian Publik, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Proses Penanganan

“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama para orang tua, untuk bersama-sama mengawasi anak-anaknya agar tidak menggunakan knalpot brong, tidak terlibat balap liar, perang sarung, maupun aksi lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mari kita jaga suasana Ramadan dan masa mudik ini tetap aman, nyaman, dan kondusif,” imbau AKBP Ade Papa Rihi.

Penindakan tersebut diharapkan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Salatiga selama Ramadan dan masa arus mudik tetap kondusif sehingga masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan aman.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!