HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Parade Sewu Kupat Muria 2026 Siap Digelar, Semangat Pelestarian Budaya Tetap Membara

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Tradisi tahunan Parade Sewu Kupat Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, kembali disiapkan secara matang oleh panitia bersama masyarakat setempat. Meski rencana pemecahan rekor MURI belum dapat direalisasikan tahun ini akibat kendala teknis, semangat pelestarian budaya tetap terjaga.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 27–28 Maret 2026, dengan melibatkan partisipasi luas dari warga, pemerintah, hingga berbagai organisasi masyarakat.

Ketua Panitia, Suwanto, mengatakan persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Forkopincam Dawe, Dinas Pariwisata, pemerintah desa, karang taruna, serta tokoh masyarakat.

“Parade Sewu Kupat ini adalah pengembangan tradisi yang kami jaga dan lestarikan bersama. Bukan hanya mempertahankan acara tahunan, tetapi juga nilai-nilai luhur di dalamnya,” ujar Suwanto, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga:  Peringati HPSN, Kota Tegal Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah Bersama Program Yok Yok Ayok Daur Ulang!

Ia menegaskan, tradisi Sewu Kupat bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol kuat gotong royong dan rasa syukur masyarakat Desa Colo yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam pelaksanaannya, parade akan menampilkan tandu utama berisi ketupat lepet, tandu hasil bumi, serta empat gunungan campuran dari empat RW di Desa Colo. Selain itu, sebanyak 17 desa di Kecamatan Dawe turut ambil bagian dengan menghadirkan gunungan kupat berukuran sekitar 60 x 50 x 90 sentimeter.

Setiap tandu akan diiringi maksimal 20 orang dengan balutan busana adat Nusantara, menciptakan suasana kirab budaya yang semarak. Peserta juga melibatkan pelajar sekolah dan madrasah serta organisasi masyarakat, dengan sekitar 30 orang perwakilan tiap kelompok.

Baca Juga:  Tragedi di Kawasan Sumur Wali Salatiga, Cairan Infus Berserakan, Begini Jelasnya

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (27/3/2026) dengan doa bersama (istigasah) di Taman Ria Colo pukul 18.00–19.00 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah panitia serta penyerahan tampah pataka kepada pengurus YM2SM di kawasan Masjid dan Makam Sunan Muria.

Puncak acara digelar pada Sabtu (28/3/2026). Sejak pagi, peserta berkumpul di Puri Colo dan halaman Kediaman Mustiko sebelum mengikuti prosesi wilujengan di masing-masing wilayah. Selanjutnya, tandu utama dan gunungan diarak menuju Area Gentong untuk doa bersama dan ziarah.

Kirab budaya resmi dimulai sekitar pukul 08.15 WIB, ditandai dengan arak-arakan ratusan peserta yang membawa gunungan kupat dan hasil bumi dengan mengenakan busana adat.

Baca Juga:  Dari Sampah Jadi Berkah, Warga Sumber Agung IV Kembangkan Maggot untuk Pangan dan Lingkungan

Adapun puncak acara berlangsung melalui prosesi Grebek Ketupat sekitar pukul 09.15 WIB. Dalam momen tersebut, masyarakat berebut gunungan kupat dan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hiburan langgam campursari hingga selesai. Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir, di antaranya Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, anggota DPR RI Musthofa, Forkopincam Dawe, Dinas Pariwisata, serta berbagai elemen masyarakat.

Dengan keterlibatan lintas generasi dan persiapan yang matang, Parade Sewu Kupat Muria 2026 diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga semakin memperkuat identitas budaya lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat Desa Colo.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!