Wali Murid TK di Bergas Keluhkan Kualitas Makan Bergizi Gratis: Roti Bau, Pisang Mentah dan Jeruk Busuk
Laporan : Shodiq
KABUPATEN SEMARANG|HARIAN7.COM – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang menuai kritik. Sejumlah orang tua siswa TK Pelita Pancasila, Kecamatan Bergas, mengeluhkan distribusi menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi karena ditemukan buah yang busuk dan roti berbau tak sedap pada Jumat (27/2/2026).
Para wali murid menemukan komponen makanan untuk anak usia 4–5 tahun dalam kondisi memprihatinkan, mulai dari pisang yang mentah di bagian dalam hingga jeruk yang telah membusuk.
Salah satu orang tua murid, Paijo (nama samaran), menyatakan kekecewaannya terhadap pengawasan kualitas menu tersebut. Menurutnya, program yang didanai anggaran negara ini seharusnya memberikan manfaat nyata, bukan justru membahayakan kesehatan anak.
“Programnya bagus, tapi kualitasnya sangat disayangkan. Pisangnya mentah, rotinya berbau, dan jeruknya busuk. Seharusnya ada pengawasan ketat agar anggaran tidak mubazir,” ujar Paijo, Jumat (27/2/2026).
Pihak sekolah pun mengonfirmasi temuan tersebut. Seorang guru TK Pelita Pancasila mengaku telah berulang kali memberikan teguran kepada pihak penyedia (vendor) agar lebih selektif dalam memilih bahan pangan, mengingat sasaran program adalah anak usia dini yang rentan terhadap gangguan pencernaan.
“Kami sudah sering mengingatkan agar makanan benar-benar layak. Kenyataannya, masih ada yang tidak pantas diberikan. Kami tentu khawatir dengan dampak kesehatan bagi anak-anak,” ungkap guru tersebut.
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi dan menekan angka stunting. Namun, temuan di lapangan ini memicu pertanyaan terkait standar operasional prosedur (SOP) distribusi dan pengawasan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pihak penyedia bahan pangan.
Para orang tua murid mendesak adanya evaluasi menyeluruh dan transparansi dalam pelaksanaan program. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan standar mutu makanan tetap terjaga.
Terpisah, upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Jatijajar, Ahmad Basir,awak media mendapatkan respons dengan jawaban singkat.
“Siapp pak slmt siang, ” respon Basir melalui pesan watsapp.
Redaksi masih terus berupaya menghubungi instansi teknis terkait di Kabupaten Semarang untuk mengklarifikasi penyebab distribusi makanan tidak layak tersebut.(*)












Tinggalkan Balasan