Seratus Pelajar Salatiga Dibekali Literasi AI, Polisi Turun ke Ruang Kelas
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Upaya menyiapkan generasi muda menghadapi laju teknologi kecerdasan artifisial terus diperluas. Sebanyak 100 siswa SLTA dari 19 SMA dan SMK se-Kota Salatiga mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga, Kamis (26/2/2026).
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Polres Salatiga dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) sebagai bagian dari implementasi program AI Ready ASEAN. Program tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dasar menghadapi perkembangan teknologi AI yang kian pesat dan kompleks.
AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org, yang dijalankan di 10 negara ASEAN dengan target menjangkau lebih dari 5,5 juta warga. Di Indonesia, program ini menggandeng sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), antara lain MAFINDO, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.
Pelatihan difokuskan pada penguatan literasi dan kompetensi dasar AI bagi empat kelompok sasaran, yakni pemuda, orang tua, pendidik, dan master trainer. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar AI, penggunaan dan implementasi AI, etika, privasi dan keamanan AI, serta metode pengajaran AI. Selain pembelajaran tatap muka, peserta juga memperoleh akses ke Learning Management System (LMS) melalui platform institute.mafindo.or.id guna mendukung proses belajar yang berkelanjutan.
Sebelum pelatihan bagi siswa digelar, MAFINDO terlebih dahulu membekali 20 personel Polres Salatiga sebagai trainer. Skema ini ditempuh untuk memperkuat kapasitas internal sekaligus memastikan keberlanjutan program di tingkat lokal.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengenalan AI sejak dini kepada generasi muda. Menurutnya, perkembangan AI yang cepat membawa peluang besar, namun juga menuntut pemahaman etika dan tanggung jawab.
“Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami etika, keamanan, dan dampaknya. AI adalah masa depan, dan masa depan itu harus dipersiapkan mulai hari ini,” tegas AKBP Ade Papa Rihi.
Melalui kegiatan ini, Polres Salatiga menegaskan peran Polri yang tidak semata menjaga keamanan fisik, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan literasi digital. Di tengah era transformasi teknologi, keamanan dipahami tidak hanya sebagai patroli di jalan, melainkan juga kemampuan berpikir kritis dan cerdas dalam memanfaatkan informasi serta teknologi digital.(*)












Tinggalkan Balasan