Pusbakum UIN Salatiga Gelar Buka Bersama, Menyulam Ukhuwah dan Menguatkan Spirit Keadilan
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Senja perlahan turun di langit kota. Adzan magrib menggema, menandai waktu berbuka yang dinanti. Di tengah suasana Ramadan yang sarat berkah, Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) UIN Salatiga menggelar acara buka bersama sebagai wujud syukur sekaligus ikhtiar mempererat ukhuwah, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu tidak sekadar menjadi ajang berbagi hidangan, tetapi juga ruang silaturahmi bagi keluarga besar Pusbakum untuk meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Direktur Pusbakum UIN Salatiga, M. Yusuf Khumaini, S.HI., M.H., CM, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan adalah madrasah ruhani bagi setiap insan, termasuk para pegiat bantuan hukum.
“Ramadan mengajarkan kita tentang empati, tentang merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan saudara-saudara kita yang membutuhkan keadilan. Pusbakum hadir bukan hanya sebagai lembaga hukum, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar ibadah sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan hukum bukan sekadar perkara administrasi dan litigasi, melainkan panggilan moral dan amanah konstitusi yang harus dijalankan dengan hati.
“Keadilan itu bukan hanya teks dalam undang-undang, melainkan nilai yang harus diperjuangkan dengan ketulusan. Semoga momentum buka bersama ini memperkuat niat dan integritas kita dalam melayani masyarakat,” lanjutnya.
Suasana semakin khidmat ketika para peserta bersama-sama memanjatkan doa menjelang berbuka. Kebersamaan itu menjadi simbol bahwa kerja-kerja advokasi tak bisa dilepaskan dari kekuatan spiritual.
Sementara itu, Nurrun Jamaludin, M.H.I., C.M., SHEL, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara buka bersama menjadi sarana mempererat soliditas sekaligus menyegarkan kembali semangat pengabdian.
“Kegiatan ini sangat positif. Selain memperkuat silaturahmi, juga menjadi pengingat bahwa perjuangan menegakkan keadilan harus dilandasi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan,” tuturnya.
Ia berharap Pusbakum UIN Salatiga terus menjadi garda terdepan dalam memberikan akses bantuan hukum yang adil dan inklusif bagi masyarakat, khususnya kalangan yang kurang mampu.
“Semoga setiap langkah pengabdian kita dicatat sebagai amal jariyah, dan Pusbakum semakin istiqamah dalam mengemban amanah,” tambahnya.
Buka bersama itu pun ditutup dengan santap sederhana yang penuh rasa syukur. Di antara hidangan dan canda ringan, terselip tekad yang sama: menjadikan hukum bukan sekadar aturan, melainkan jalan menuju kemaslahatan.(*)













Tinggalkan Balasan