Naik Pangkat di Lapas Purwodadi, Empat Pegawai Diingatkan Jangan Tunggu Ditegur
Laporan: Muhamad Nuraeni
PURWODADI | HARIAN7.COM – Di halaman dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi, Senin pagi, 23 Februari 2026, suasana mendadak lebih rapi dari biasanya. Seragam disetrika licin, sepatu mengilap, barisan berdiri tegak. Upacara kenaikan pangkat digelar khidmat, lengkap dengan amanat yang tak sekadar formalitas.
Empat pegawai menerima kenaikan pangkat dari II/b (Pengatur Muda Tingkat I) menjadi III/a (Penata Muda). Mereka adalah Ardan, Hanif Fanani, Ilham, dan Retno. Lonjakan satu tingkat itu bukan cuma perubahan angka dalam administrasi kepegawaian, melainkan penanda bertambahnya beban tanggung jawab.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, berdiri di hadapan pejabat struktural, staf, hingga peserta magang. Dalam amanatnya, ia memilih kalimat pendek namun menohok.
“Jangan menunggu ditegur pimpinan, jadilah visioner.”
Pesan itu terdengar sederhana, tapi menyimpan sindiran halus. Kenaikan pangkat, kata dia, bukan sekadar seremoni atau perubahan golongan. Ada tuntutan perubahan pola pikir, dari sekadar menjalankan perintah menjadi aparatur yang peka, inisiatif, dan mampu membaca situasi sebelum masalah datang.
Di institusi pemasyarakatan, ruang gerak memang diikat regulasi. Namun justru di situlah, budaya kerja proaktif dan inovatif diuji. Erik menegaskan, organisasi yang kuat lahir dari aparatur yang tak menunggu komando untuk berbenah.
Upacara itu menjadi semacam pengingat kolektif: pangkat boleh naik, tetapi integritas dan profesionalisme harus melesat lebih tinggi. Empat nama yang dipanggil pagi itu kini memikul harapan baru, untuk bekerja lebih cepat, lebih sigap, dan, seperti pesan kalapas, lebih visioner.(*)












Tinggalkan Balasan