Menjaga Cahaya Ramadan di Kota Toleran, Kapolres Salatiga Ajak Warga Rawat Damai dan Saling Hormat
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Di awal Ramadan 1447 Hijriah, suara imbauan itu terdengar teduh. Bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan ajakan untuk merawat sesuatu yang lebih dalam: rasa hormat dan kebersamaan. Kamis, 19 Februari 2026, Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Kota Salatiga.
Ramadan, katanya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan ini adalah ruang sunyi untuk mengendalikan diri, sekaligus waktu yang tepat mempererat persaudaraan. Salatiga, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, disebutnya bukan sekadar menyandang predikat. Itu adalah amanah yang mesti dijaga bersama.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi selama bulan Ramadan,” ungkap AKBP Ade Papa Rihi.
Ajakan itu mengalir pada hal-hal sederhana namun sering terlewat. Ia mengingatkan pentingnya saling menghormati antarwarga. Umat Muslim yang berpuasa diminta tetap menghargai saudara-saudara yang tidak berpuasa. Sebaliknya, masyarakat yang tidak menjalankan puasa juga diimbau untuk menjaga sikap di hadapan mereka yang sedang beribadah.
Termasuk dalam perkara makan dan minum di tempat umum agar tidak dilakukan secara terbuka maupun berlebihan. Sikap saling menghormati, menurutnya, memang terlihat sederhana. Namun justru di situlah letak kekuatan kerukunan.
Kepada pelaku usaha, terutama pemilik warung makan dan restoran, Kapolres berharap etika tetap dijaga selama Ramadan. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi nilai saling menghormati tak boleh ditanggalkan.
Di sisi lain, ia menegaskan tidak ada kelompok masyarakat atau organisasi kemasyarakatan yang dibenarkan melakukan intimidasi atau tindakan sewenang-wenang terhadap pelaku usaha. Penertiban, tegasnya, adalah kewenangan aparat.
“Penegakan ketertiban adalah kewenangan aparat kepolisian. Apabila ditemukan tindakan yang melanggar hukum, akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Masyarakat pun diimbau segera melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, baik ke kantor kepolisian terdekat maupun melalui Call Center 110 Polres Salatiga.
Di ujung pesannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan. Sebuah pengingat bahwa kedamaian tidak lahir dari slogan, melainkan dari sikap sehari-hari.
“Bersama kita jaga Salatiga tetap kondusif,” pungkasnya.
Ramadan datang membawa cahaya. Di kota kecil yang hangat oleh keberagaman ini, cahaya itu diharapkan tak hanya menyinari masjid dan rumah-rumah ibadah, tetapi juga hati setiap warganya.












Tinggalkan Balasan