Menjaga Amanah Wakaf, WABIM Resmikan Sumur Bor dan Pererat Jejaring Pendidikan
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Yayasan Wahana Bina Masyarakat (WABIM) menggelar Gathering Wakif pada Jumat, 27 Februari 2026, di Aula SMPIT Nidaul Hikmah. Pertemuan itu bukan sekadar temu kangen para donatur, melainkan forum pertanggungjawaban moral dan profesional atas amanah wakaf yang selama ini dititipkan kepada yayasan.
Sejumlah pembina dan pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta para wakif dan donatur hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana berlangsung hangat, tetapi tetap khidmat, menandai relasi yang tak hanya administratif, melainkan juga emosional dan ideologis dalam memajukan pendidikan.
Ketua Yayasan, Ahmad Rokhim, S.Pd.SD., menegaskan bahwa pertemuan ini dirancang sebagai ruang akuntabilitas. “Gathering ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi ruang silaturahmi dan akuntabilitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap amanah wakaf dan donasi yang dititipkan dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata,” ujar Ahmad Rokhim.
Pernyataan itu seolah menjadi garis bawah dari arah gerak WABIM: membangun tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus berorientasi dampak. Dalam konteks lembaga pendidikan berbasis wakaf, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peresmian sumur bor yang merupakan bantuan dari Siaga Peduli. Bantuan ini merupakan wakaf dari Ustadz DR. Muhamad Faizar Hidayatullah, M.Pd., yang diperuntukkan bagi kebutuhan air di lingkungan sekolah dan juga pesantren.
Peresmian sumur bor ditandai dengan penyerahan prasasti simbolis, pemotongan pita, serta doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas terealisasinya program tersebut. Air bersih, yang kerap dianggap remeh di wilayah perkotaan, menjadi infrastruktur dasar yang menentukan kualitas proses belajar-mengajar di banyak satuan pendidikan.
Keberadaan sumur bor ini diharapkan mampu menyediakan akses air bersih secara berkelanjutan. Tak hanya untuk mendukung aktivitas belajar di sekolah, tetapi juga menopang kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.
Melalui Gathering Wakif ini, WABIM kembali menegaskan komitmennya membangun sinergi, memperluas manfaat wakaf, serta menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Silaturahmi yang terjalin diharapkan menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, bukan hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik nyata.(*)












Tinggalkan Balasan