Layanan Publik Tak Boleh Kendor, ASN Ikut Komcad Jadi Perbincangan Hangat
JAKARTA | HARIAN7.COM – Isu ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang bakal mengikuti pelatihan komponen cadangan (komcad) belakangan ramai dibicarakan di kalangan birokrasi. Kekhawatiran publik pun muncul: apakah pelayanan publik akan terganggu?
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini angkat bicara. Ia memastikan roda pelayanan publik tetap berputar normal meski sebagian ASN ikut program komcad.
“Ada kekhawatiran, bagaimana pelayanan publik? Pelayanan publik kan harus tetap jalan begitu ya,” kata Rini di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa.
Menurut Rini, kekhawatiran itu berlebihan. Pasalnya, tidak semua ASN akan menjadi bagian dari komcad. Selain itu, ASN yang dinyatakan lolos seleksi pun tidak serta-merta langsung berangkat mengikuti pelatihan.
“Ikut komcad, dan besok langsung berangkat? Enggak,” ujarnya, menegaskan.
Ia menjelaskan, setiap instansi sejak awal sudah diminta menyiapkan ASN yang berpotensi memenuhi syarat menjadi komcad. Prosesnya pun diatur rapi, lengkap dengan kuota resmi.
“Memang disiapkan, dan ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya, begitu,” kata Rini.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta akan dilibatkan sebagai komcad. Para ASN tersebut berada pada rentang usia 18 hingga 35 tahun dan akan mengikuti pelatihan dasar militer.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menambahkan, pendidikan dasar bagi ribuan ASN itu diproyeksikan berlangsung pada April 2026.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak menyatakan kesiapan TNI AD untuk memfasilitasi pendidikan dasar militer bagi para ASN calon komcad tersebut.
Dengan skema yang sudah diatur dan kuota yang jelas, pemerintah menegaskan komitmennya: pertahanan negara diperkuat, layanan publik tetap aman. Gosip soal pelayanan mandek, untuk sementara, bisa ditepis.(Yuanta)












Tinggalkan Balasan