HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Klarifikasi Kepala SPPG Jatijajar Soal Menu MBG di Bergas: Sebut Jeruk Terlewat Sortir dan Pisang untuk Stok Sabtu

Laporan : Shodiq

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Randu Gunting Jatijajar, Ahmad Basir, memberikan klarifikasi terkait keluhan wali murid TK Pelita Pancasila Bergas mengenai temuan jeruk busuk dan roti berbau pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (27/2/2026). Pihak SPPG mengakui adanya kendala teknis pada proses penyortiran buah namun membantah adanya roti berjamur dalam distribusi tersebut.

Ahmad Basir mengakui bahwa terdapat satu buah jeruk yang dalam kondisi tidak layak konsumsi karena terlewat saat proses penyortiran oleh relawan. Ia menegaskan bahwa pihak SPPG memiliki SOP ketat dalam memilah barang yang masuk.

Baca Juga:  PT JTAB Tuntaskan Kompensasi Warga Terdampak Banjir Lumpur Tuntang dan Tegaskan Kepatuhan Izin Rest Area KM 445B

“Kami memohon maaf, memang ada salah satu jeruk yang terlewat oleh relawan saat sortir. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah TK Pelita untuk segera memberikan ganti atas buah yang tidak layak tersebut,” ujar Basir saat memberikan keterangan melalui pesan wasapp, Jumat (27/2).

Terkait temuan pisang yang dianggap mentah, Basir menjelaskan bahwa menu yang dibagikan merupakan “rapelan” untuk dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Komponen pisang tersebut memang sengaja dipilih yang belum terlalu matang agar tetap layak dikonsumsi pada hari Sabtu.

Baca Juga:  Menu MBG di Kabupaten Semarang Dikeluhkan: Hanya Berisi Ubi, Pisang dan Telur Puyuh

“Pisang itu memang disiapkan untuk dikonsumsi hari Sabtu. Jadi, inisiatif kami adalah menyediakan yang belum terlalu matang agar tidak busuk saat dimakan esok hari,” tambahnya.

Sementara itu, mengenai isu roti berbau tak sedap yang sempat dikabarkan berjamur, Basir dengan tegas menyangkal adanya jamur. Berdasarkan konfirmasi dengan pihak penerima barang (Mitra), ia menyebutkan hanya ada laporan bau yang tidak biasa, namun bukan karena basi atau berjamur.

Baca Juga:  Miris !!! Seorang Remaja Jadi Perantara Sabu

“Saya menyangkal keras kalau disebut berjamur. Kami sudah konfirmasi ke pihak supplier dan pengawas dari Koramil serta Babinsa yang ikut memantau. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak mitra penyedia agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Pihak SPPG berjanji akan memperketat pengawasan distribusi dan lebih selektif dalam memilih bahan pangan dari supplier untuk menjamin kesehatan para siswa penerima manfaat program MBG di wilayah Kabupaten Semarang.(*)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!