Hidupkan Kembali Dekranasda, Pemkot Salatiga Tancap Gas Kurasi UMKM
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Pemerintah Kota Salatiga mulai menggerakkan kembali mesin etalase ekonomi kreatifnya. Revitalisasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) digeber lewat rapat koordinasi kurasi produk UMKM yang digelar di ruang kerja wali kota, Senin (23/2/2026) siang. Targetnya jelas: Dekranasda kembali hidup, produk lokal naik kelas.
Rapat dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Salatiga, Agung Hendratmiko. Ia mengungkapkan, surat keputusan pembentukan tim kurasi telah disiapkan untuk menyaring produk yang layak tampil di Dekranasda. “Kami mulai dengan 30 UKM,” kata Agung singkat.
Skema penilaian pun dibuat ketat. Kualitas produk mendapat bobot terbesar 30 persen, disusul desain dan inovasi 25 persen, daya saing pasar 20 persen, kearifan lokal 15 persen, serta legalitas dan branding 10 persen. “Strategi jangka pendeknya, hasil kurasi segera dipajang, apalagi menjelang agenda APEKSI,” ujarnya.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan, Dekranasda adalah wajah ekonomi kreatif kota. Ia memastikan pendampingan UMKM terus berjalan, termasuk pembenahan fisik gedung secara efisien.
“Gedungnya sebenarnya sudah layak dan bernilai historis. Kurator berperan mengendalikan kualitas agar produk benar-benar siap pasar,” tegas Robby.
Nada serupa disampaikan Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan. Ia menyebut momentum kedatangan tamu sebagai peluang emas. “Dekranasda harus siap menampilkan produk unggulan. Idealnya kurator profesional bersertifikat, tapi tahap awal kami libatkan pelaku UKM yang sudah berpengalaman dikurasi,” katanya. Bagi yang belum lolos, pendampingan tetap disiapkan. “Agar kualitasnya naik dan siap bersaing.”
Rapat ini menjadi langkah awal strategis. Dengan kurasi terarah dan pendampingan berkelanjutan, Pemkot berharap Dekranasda kembali menjadi etalase karya terbaik UMKM Salatiga, bukan sekadar pajangan, melainkan mesin promosi yang mendorong produk lokal menembus pasar regional hingga nasional.












Tinggalkan Balasan