Robby Tegaskan Peran BAZNAS sebagai Mitra Utama Pengentasan Masalah Sosial di Salatiga
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp. OG., menempatkan BAZNAS sebagai elemen kunci dalam upaya pemerintah daerah menangani masalah sosial. Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus BAZNAS Kota Salatiga, ia meminta lembaga tersebut mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi.
Robby mendorong zakat dari ASN, BUMD, dan BUMN disalurkan melalui BAZNAS, dan akan menegaskannya lewat surat edaran. “BAZNAS adalah mitra setia kita. Kita harus pastikan potensi zakat ini optimal. Untuk itu, saya setuju diadakan BAZNAS Salatiga Award saat HUT BAZNAS nanti, sebagai bentuk penghargaan bagi OPD yang rutin menyalurkan zakatnya,” katanya.
Ia juga meminta BAZNAS mengambil peran lebih besar dalam pemberdayaan pedagang kecil. “Pemerintah sedang menggenjot kredit pedagang untuk melawan rentenir. BAZNAS harus hadir dalam upaya ini, misalnya melalui usulan program Kredit Pembiayaan UMKM Melawan Rentenir,” tegas Robby.
Untuk mempercepat sosialisasi ZIS, Robby meminta BAZNAS bekerja sama dengan Diskominfo melalui media videotron, serta memperkuat koordinasi dengan Dinsos dan PKK agar bantuan bersifat lebih produktif. “Kolaborasi dengan PKK bisa difokuskan juga untuk penanganan stunting,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Salatiga, Ari H. Iswanto, menyampaikan bahwa hingga akhir November 2025 pihaknya telah menyalurkan Rp4,5 miliar pada lima program utama: pendidikan, ekonomi, kesehatan non-BPJS, kemanusiaan, dan syiar agama. “Kami wajib hukumnya membantu pemerintah, baik dalam pengentasan kemiskinan, stunting, maupun kegiatan kemanusiaan,” kata Ari.
Ia juga memaparkan sejumlah rencana, mulai dari penguatan sosialisasi zakat, penyiapan program Z-Mart dan BAZNAS Microfinance Masjid, hingga gerakan sedekah Ramadan. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang evaluasi potensi ZIS yang belum tergarap maksimal dan perumusan strategi distribusi yang lebih produktif pada 2026.(*)
























Tinggalkan Balasan