HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gawat, Pakar Temukan Zat Kimia Berbahaya dan Potensi Ledakan di Depok

Laporan: Yopi S

DEPOK | HARIAN7.COM – Fenomena asap putih berbau belerang yang muncul di RT 02 RW 01, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, memasuki babak baru. Setelah sempat dikira berasal dari kabel lampu penerangan jalan, temuan terbaru justru memunculkan kekhawatiran lebih besar.

Tim Dinas Perhubungan Kota Depok yang menyambangi lokasi memastikan sumber asap bukan dari instalasi listrik. Namun, asap tersebut terdeteksi memiliki suhu tinggi dan aroma menyengat yang mengganggu.

Baca Juga:  Buldoser Gubernur Turun ke Pantai Jodo, Target Zero Waste 2029 Digelorakan

Kedatangan Dishub ternyata bukan satu-satunya. Malam harinya, seorang pakar—yang enggan disebut namanya—turut meninjau lokasi dengan membawa alat pendeteksi kandungan asap dan suhu panas, Red Wave Threat. Alat ini mampu membaca komposisi kimia sekaligus kedalaman titik panas secara real time.

Baca Juga:  Retno Margiastuti Resmi Nahkodai TP PKK Kota Salatiga: Siap Wujudkan Program Unggulan

“Sumber titik panas ini mencapai 300 derajat. Untuk kedalamannya harus ada penelitian lagi, kalau di permukaan itu mencapai 100 derajat,” ungkap pakar tersebut, Rabu (13/8/2025).

Lebih lanjut ia menjelaskan, titik panas itu kemungkinan akibat campuran berbagai bahan kimia. Jika dibiarkan, risiko terburuknya adalah ledakan.

“Setelah kita periksa ada banyak kandungan kimia, contohnya formalin dan benzoat. Itu hanya sebagian kecil saja,” katanya.

Baca Juga:  Menghidupkan Kembali Kebahagiaan Kolektif, Perayaan Hari Anak 2024 di Salatiga

Dari hasil pemeriksaan, dugaan awal mengarah pada kebocoran limbah di bawah tanah. Temuan ini dianggap sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan.

“Dugaan saya ada pipa bocor. Kira-kira, apakah di daerah sini ada pabrik kimia? Karena kalau dibiarkan ini sangat berbahaya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!