HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Empat Guru Besar UIN Salatiga Naik Dokar, Simbol Kearifan Lokal dan Kampus Ramah Lingkungan

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Ada pemandangan tak biasa di kampus UIN Salatiga, Selasa (22/7/2025) pagi. Empat dosen yang baru dikukuhkan jadi guru besar tak naik mobil mewah, tapi justru memilih naik dokar alias delman ke lokasi acara. Bareng keluarga, mereka diarak dari Masjid Baitus Syukur di Jalan Lingkar Selatan (JLS) menuju Auditorium Prof. H Achmadi.

Iring-iringan dokar itu pun sempat muter dulu di bundaran kampus sebelum sampai ke lokasi pengukuhan. Unik, tradisional, dan pastinya mencuri perhatian.

Baca Juga:  Silahturahmi dan Buka Bersama di Desa Kembangan, Suara Kesejahteraan dan Pengabdian Penuh Makna

Empat guru besar yang dikukuhkan kali ini adalah Prof. Dr. Supardi, S.Ag., M.A. di bidang Pendidikan Bahasa Arab, Prof. Dr. Achmad Maimun, M.Ag. di bidang Psikologi Islam, Prof. Dr. Mochlasin, M.Ag. di bidang Ekonomi Islam, dan Prof. Dr. Abdul Aziz N.P., S.Ag., M.M. di bidang Manajemen.

Menurut Prof. Mochlasin, pemilihan dokar bukan sekadar gaya-gayaan, tapi sebagai wujud nyata dari semangat UIN Salatiga sebagai Green Wasathiyah Campus.

Baca Juga:  Masa Pandemi Covid-19, Satreskrim Polres Semarang Prioritaskan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif

“Kita semua harus menjaga lingkungan, dan gerakan ini bagian dari itu. Kita semua harus peduli pada lingkungan. Hari ini juga naik dokar karena ini transportasi yang ramah lingkungan dan juga bagian dari kearifan lokal. Dokar harus kembali diangkat karena termasuk transportasi yang minim polusi,” ujar Mochlasin.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Achmad Maimun juga menegaskan bahwa naik dokar merupakan bagian dari kampanye UIN Salatiga untuk mengurangi polusi kendaraan bermotor.

Baca Juga:  Yayasan Jallu Nusantara Indonesia Matangkan Arah Baru, Fokus pada Hukum dan Pendidikan

“Naik dokar ini untuk menjalankan visi misi UIN Salatiga sebagai Green Wasathiyah Campus,” ujarnya.

Aksi para profesor ini pun jadi sorotan di kalangan civitas akademika. Selain bikin adem suasana, cara mereka datang ke acara pengukuhan juga membawa pesan mendalam soal pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!