HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pelayanan Prima di Rutan Salatiga: Warga Binaan Diajak Makan Bersama dan Menuju Dapur Sehat Bersertifikat Halal

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Salatiga terus meningkatkan pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pembenahan di berbagai aspek, mulai dari pelayanan dasar hingga pembinaan. Salah satu langkah terbarunya adalah membangun dapur sehat dan memenuhi standar halal.

Baca Juga:  Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ayah Aulia, Kapolres Salatiga: "Dia merupakan anak hebat, seusianya sudah harus merasakan beratnya hidup"

Kepala Rutan Salatiga, Redy Agian, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalankan visi Presiden Prabowo Subianto dan mengikuti arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Baca Juga:  Hujan Angin Terjang Dua Desa di Kudus, Puluhan Rumah Porak-poranda

“Kami memastikan fungsi pemasyarakatan terlaksana dengan baik melalui pelayanan, pembinaan, dan perawatan,” ujar Redy.

Baca Juga:  Jateng Gaspol Dukung Swasembada Pangan: Gubernur Luthfi Tanam Jagung Bareng Kapolri di Grobogan

Dalam kegiatan ini, Redy mengajak seluruh WBP untuk makan bersama, memastikan makanan yang disajikan bersih dan berkualitas sesuai standar. Pembenahan dapur juga mencakup penambahan sumur bor untuk memastikan pasokan air bersih memadai, sehingga seluruh proses dari pengolahan hingga penyajian makanan menjadi lebih higienis. Selain itu, ada pengawasan ketat oleh tim medis internal dan eksternal.

Baca Juga:  Operasi Keselamatan Semeru 2026: Suramadu Dijaga Ketat, Motor Tanpa Surat Diseret Petugas

Rutan Salatiga juga sedang berupaya mendapatkan sertifikat halal dari MUI. “Kami pastikan pembuatan dan distribusi makanan bagi WBP memenuhi persyaratan halal,” lanjut Redy, yang juga alumnus Akademi Ilmu Pemasyarakatan.

Baca Juga:  ODE Kota Semarang dan Jawa Tengah Hilangkan Stigma Negatif Tentang Epilepsi

Dapur Rutan Salatiga kini jauh lebih bersih tanpa kehadiran hama seperti tikus, lalat, atau kecoa. Para petugas dapur, yang sebagian besar adalah WBP, telah dilatih menjadi koki dengan standar kesehatan, seperti penggunaan topi, sepatu safety, celemek, dan sarung tangan.

Baca Juga:  Yasir Putra Bener Nahkodai DPC Macan Asia Kabupaten Semarang, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

WBP juga mendapatkan pelayanan gizi yang terkontrol dengan baik. Setiap makanan yang disajikan telah melalui pemeriksaan kualitas mulai dari bahan hingga cara penyajian.

“Kami ingin memastikan hak dasar WBP dalam pelayanan makanan bergizi dan air bersih terpenuhi,” ujar Redy.

Baca Juga:  Reog Kendalen Wiroyudo Genap 74 Tahun, Warga Gelar Ritual di Punden Nyai Sekar Desa Jetak

Salah satu WBP, Triyanto, yang sudah tiga tahun bertugas sebagai juru masak, mengungkapkan rasa syukurnya bisa berkontribusi di dapur yang kini lebih higienis.

“Dengan kondisi dapur yang lebih bersih, saya merasa lebih nyaman memasak dan hasilnya pun lebih bersih,” kata Triyanto.

Baca Juga:  Budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Gelar Sosialisasi GERMAS

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Rutan Salatiga bertekad untuk terus memberikan pelayanan maksimal, menjadikan Rutan ini sebagai tempat yang memenuhi hak dasar para WBP dengan layak dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!