HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pakar Komunikasi: Suporter Itu Mendukung Sepakbola, Bukan Membuat Rusuh

Pakar Komunikasi, Rahmat Edi Irawan.

Editor: Choerul Amar

JAKARTA,harian7.com – Peristiwa yang mewaskan 125 penonton usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober lalu, menyedihkan sekaligus memalukan. 

Pakar Komunikasi, Rahmat Edi Irawan, mengungkapkan sedih karena begitu banyaknya korban. Anak-anak muda kita yang mati sia-sia, hanya demi membela klub kebanggaannya. 

Baca Juga:  Kunikahi Gadis Pujaanku Dari Dalam Lapas, Tri Saptono: Pernikahan di lapas merupakan hak narapidana

Sementara kita juga malu, karena terbukti bangsa ini belum mampu mengelola secara modern sebuah pertandingan sepakbola dengan baik dan benar.

Salah satu komponen yang perlu berbenah untuk memodernkan sepakbola Indonesia adalah suporter.

Baca Juga:  Terungkap, Istri Seorang Perangkat Desa di Kabupaten Semarang Diduga Selingkuh Dengan Kontraktor Asal Karanganyar, Rumah Tangga Diujung Tanduk

“Suporter tentu punya hak menikmati pertandingan terbaik, dengan aman dan nyaman. Sementara suporter juga punya kewajiban, selain membeli tiket, adalah untuk tidak berlaku anarkis dan selalu menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan,”ungkap Rahmat.

Dituturkan Rahmat, masih melihat suporter Indonesia yang kurang menjalankan kewajibannya dengan baik. 

Baca Juga:  Bolehkah Makan Gorengan Saat Buka Puasa?, Berikut Tips dan Penjelasanya?

“Jika anda berlaku anarkis dan melakukan kericuhan, sebenarnya anda bukan lagi sebagai suporter. Anda sudah menjadi perusuh, yang justru harus diamankan karena berbahaya bagi orang lain, termasuk petugas keamanan,”jelasnya.(Yuan/TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!