HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA


Puncak Merti Bumi Kab. Semarang, Terkumpulnya 11 Air Suci Di Puncak Brawijaya

Prosesi penyatuan 11 sumber mata air (Foto: Fera/Vitri-harian7.com)

Penulis : Fera Marita

UNGARAN,harian7.com – Sejumlah budayawan, pemangku adat, tokoh masyarakat serta perangkat desa setempat memadati area Candi Dukuh atau Candi Brawijaya yang terletak di Desa Rowoboni Kec. Banyubiru Kab. Semarang pada Kamis ( 11/3/21 ), dalam rangka prosesi penyatuan air suci dari 11 sumber mata air di wilayah Kab. Semarang.

Prosesi ini merupakan prosesi awal yang dilakukan sebelum prosesi penjamasan pusaka yang akan dilakukan keesokan harinya. Penjamasan pusaka itu sendiri merupakan salah satu event yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kab. Semarang yang ke 500 tahun.

Baca Juga:  Hasil Survei Kepuasan Masyarakat, Pelayanan SIM di Satpas Polres Salatiga Sangat Baik
Pelepasan burung.

Menurut Ka Sie Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Semarang, Slamet Widodo, acara jamas pusaka ini lebih sederhana daripada tahun-tahun sebelum pandemi.

“Tahun ini tidak ada kirab budaya dan kirab pusaka seperti dulu sebelum pandemi. Sesuai instruksi bapak Bupati bahwa tahun ini hanya digelar prosesi jamasan pusaka sebagai bentuk keprihatinan kita dengan kondisi saat ini,” papar Slamet Widodo dalam sambutannya.

Slamet menjelaskan bahwa jamasan pusaka diawali dengan pengambilan air suci dari 11 mata air yang ada di Kabupaten Semarang. Setelah itu ke 11 air suci tersebut dikumpulkan di Candi Dukuh untuk disatukan, selanjutnya air suci tersebut akan dibawa dan di inapkan di Desa Pager Kec. Kaliwungu Kab. Semarang. Keesokan harinya barulah diarak ke pendopo rumah dinas Bupati untuk digunakan menjamas pusaka.

Ditempat yang sama, PLT Camat Banyubiru, Suharnoto,mengungkapkan bahwa dengan digelarnya acara ini diharapkan bisa menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk bersama-sama nyengkuyung Kab. Semarang agar bisa bangkit lagi sehingga masyarakat bisa sejahtera.

Baca Juga:  Viral.. Disebut Ada Rekomendasi Gibran dalam Proyek Bansos, PT Sritex: 'Apakah kita direkomendasi Gibran atau enggak?' Jawabannya enggak'

Sementara itu Kades Rowoboni, Agus Salim, sangat bersyukur karena Rowoboni bisa menjadi tuan rumah dalam perhelatan HUT Kab. Semarang.

“Kami bersyukur karena Rowoboni bisa menjadi tuan rumah dari prosesi ini. Dengan begitu secara tidak langsung Rowoboni bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi Rowoboni mempunyai banyak sekali potensi alam yang luar biasa, salah satunya sumber air panas yaitu Kali Anget yang tadi airnya juga diambil untuk prosesi jamas pusaka. Dan semoga dengan doa bersama ini masyarakat bumi serasi semakin sejahtera dan pandemi segera berakhir agar masyarakat Kab. Semarang bisa kembali seperti semula,” pungkas Agus Salim kepada harian7.com.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!