HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Melalui Pos Gizi, Desa Pocol Turunkan Untuk Angka Stunting

Laporan: Budi Santoso 

NGAWI | HARIAN7.COM – Pos gizi merupakan pelayanan yang dilakukan di posyandu dengan melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita yang kemudian diidentifikasi apakah balita tersebut masuk ke dalam gizi buruk atau tidak.

Seperti halnya yang dilakukan agar angka stunting pada anak anak di Desa Pocol Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi Jawa Timur, bisa semakin menurun.

Baca Juga:  Kasus YIC Sudirman Ambarawa, JPU Kejari Ambarawa Hadirkan Tiga Saksi, Imam :"Pertanyaan kuasa hukum terdakwa kepada saksi kelihatannya mau diarahkan masalah aset yaitu waris, fakta hukumnya jelas bahwa ini perkara pidana murni"

Kegiatan pos gizi desa dibentuk sacara swadaya memanfaatkan partisipasi masyarakat di bantu tim penggerak gizi dan bidan desa serta di bina puskesmas kecamatan Sine.

Kepala desa Pocol Uswatun Khasanah menyampaikan,  pos gizi ini sudah dilakukan sejak lama dan kami melihat kegiatan ini baik untuk dilakukan masyarakat.

” Di dalam partisipasi masyarakat itu untuk semua makanan lokal kami berdayakan.  Bahwa tidak semua gizi itu berasal dari makanan yang mahal,karna tujuan kami melakukan hal ini untuk mengubah mindset dari masyarakat.untuk itu kegiatan ini kami lanjutkan terus,” kata Uswatun.

Baca Juga:  Rutin Bagikan Ta'jil Setiap Minggu, PAC GRIB JAYA Kecamatan Grabag Dapat Do'a Dari Masyarakat Agar Semakin Maju dan Sukses

Kegiatan yang diadakan di kantor Desa Pocol, bersumber dana diambil dari Dana Desa (DD) sebanyak tiga juta rupiah .

“Melalui pos gizi yang merupakan salah satu kegiatan desa bebas stunting, pertumbuhan dan juga perkembangan balita di pantau secara rutin.bukan hanya itu,analisis dan asesmen lanjutan terkait penyebab kekurangan gizi juga dilakukan,”jelas Uswatun.

Baca Juga:  Kanwil Ditjenpas Jateng Teken Perjanjian Kinerja 2026, Karutan Salatiga: Perjanjian Kinerja Jadi Komitmen Nyata Pelayanan Publik

Bidan Desa, Devi mengatakan, salah satu penyebab stunting adalah pola makan yang kurang bergizi. “Tidak hanya pada anak kami juga menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi, sehingga saat anak masih berada di kandungan,sudah mendapatkan gizi seimbang,”ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!