Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng
CILACAP | HARIAN7.COM – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap menerjunkan 6 Tim untuk mensupport melakukan percepatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak peliharaan milik warga. Diterjunkannya 6 tim tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan agar Provinsi Jawa Tengah bebas dari PMK.
Kepala Dispertan Cilacap, Sigit Widayanto, S.P., M.Si melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Slamet Sugino mengatakan, bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Cilacap mendapatkan alokasi sebanyak 12.950 dosis, dari sejumlah dosis tersebut telah dialokasikan sebanyak 10.246 dosis, jadi masih ada sisa 2.704 dosis yang belum divaksinkan.
“Mudah-mudahan di bulan Oktober sampai November selesai diaplikasikan,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Ditambahkan, bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi ini kita di support oleh 6 tim yang terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, dan kemudian petugas teknis lainnya. Ini sudah dibagi per wilayah masing-masing.
“Mudah-mudahan bisa mendukung Jawa Tengah bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). Adapun alokasi dari vaksinasi tersebut untuk 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap, dengan alokasi terbanyak ada di Kecamatan Binangun, Kecamatan Adipala, dan Kecamatan Nusawungu,” ungkap Sugino.
Menurutnya, alokasi terbanyak tersebut merupakan sentra-sentra sapi, sehingga diharapkan bisa menjaga dan kesehatan dari penyakit mulut dan kuku.
“Penyakit tersebut memang sebelumnya tidak ada di Indonesia khususnya di Cilacap, dan pada tahun 2022 penyakit tersebut mulai masuk ke Kabupaten Cilacap. Waktu itu mewabah dan membuat kepanikan, namun demikian pada saat itu, kita mendapatkan supply vaksin dari Dinas Pertanian, dan kita tinggal langsung kerja untuk penanganan, sehingga waktu itu bisa tertangani,” katanya.
Ia menandaskan, bahwa ternak-ternak yang sakit langsung diobati, kemudian yang sehat vaksin. Pada tahun berikutnya 2023, 2024 hingga 2026 ada kejadian, namun relatif bisa ditangani.
“Kalau pada waktu awal kasus penyakit tersebut, kita panik menghadapinya, namun setelah berpengalaman para petugas kita di lapangan, ternyata penyakit tersebut asal terdeteksi sejak awal, ternyata mudah untuk bisa ditangani,” tegas Sugino.
Ia menambahkan, bahwa untuk tahun ini belum ada laporan ternak yang mengalami PMK, mudah-mudahan tidak ada kejadian kasus pada tahun ini, dan kita upayakan dengan pencegahan melalui vaksinasi.
“Kepada para peternak tingkatkan kewaspadaannya terutama beberapa hari terakhir ini sudah mulai turun hujan, biasanya wabah penyakit apapun termasuk penyakit mulut dan kuku pada ternak, tapi terutama ini bisa menjangkit pada pergantian musim ataupun pada saat curah hujan oleh tinggi, karena virus maupun bakteri akan menemukan tempat berkembang biaknya. Tingkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan kandang,” himbau Sugino pada para peternak.
Menurutnya, setiap kecamatan dari yang terbanyak tadi saya sampaikan pertama adalah Kecamatan Binangun alokasi vaksinnya sebanyak 2.200 dosis, Adipala 2.050 dosis, dan Nusawungu 700 dosis.
“Kenapa beda-beda seperti itu, karena pertimbangannya adalah populasi tentang sapi yang ada di wilayah tersebut. Untuk alokasi terendah ada di Kecamatan Kampunglaut yaitu kita alokasikan 50 dosis, kemudian Kecamatan Karangpucung dengan alokasi 250 dosis. Untuk kecamatan lainnya berkisar ada yang 300-400 dosis, dan ada juga kisaran 500-1.000 dosis,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan