BANCAK, HARIAN7.COM– Suasana adem dan penuh kekeluargaan mewarnai persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Semarang 2026 di Desa Boto, Kecamatan Bancak. Hingga masa perpanjangan pendaftaran sampai dengan Selasa (27/10/2026), sang petahana, Ariyanti Hidayati, S.E., menjadi satu-satunya bakal calon kepala desa yang mendaftarkan diri untuk melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat.

Ariyanti, yang telah mengemban amanah sebagai Kepala Desa Antar Waktu (PAW) sejak 3 September 2023, tercatat melaju tanpa rival sejak pendaftaran gelombang pertama dibuka pada 5 hingga 15 Oktober 2026 lalu.

“Sejak dibuka pendaftaran pada 5 Oktober 2026 hingga perpanjangan pada hari ini, Selasa, 27 Oktober 2026, belum ada bakal calon lain yang mendaftar,” ujar Ariyanti dengan ramah saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Desa Boto, Selasa (27/10/2026).

Ariyanti sendiri tumbuh dalam keluarga yang akrab dengan dunia pengabdian masyarakat. Ia merupakan kakak kandung dari Sjaichul Hadi, S.Pt., yang saat ini mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan.

Berbekal rekam jejak pengabdian yang dinilai baik oleh warga, Ariyanti optimistis untuk kembali memimpin demi mewujudkan visi mulia: membawa Desa Boto menjadi wilayah yang Gemah Ripah Loh Jinawi. Fondasi utama yang ia siapkan meliputi tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, serta penguatan sektor pertanian terpadu—termasuk peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Di samping itu, peningkatan infrastruktur desa secara berkala juga tetap menjadi prioritasnya.

Tidak melulu soal pembangunan fisik, keharmonisan batin warga juga menjadi perhatian utama Pemerintah Desa Boto. Selama kepemimpinannya, desa aktif menyokong pelestarian tradisi kebudayaan dan keagamaan. Mengingat basis mayoritas warga merupakan warga Nahdliyin, pelestarian tradisi Islam Nusantara di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa dirawat.

Beberapa kegiatan keagamaan rutin berjalan berkat dukungan penuh pemerintah desa, di antaranya kegiatan pengajian dan istighosah rutin muslimat / Fatayat Jum’at wagenan tingkat Desa Boto

desa, selapanan NU, hingga simakan Al-Qur’an (Sami’an).

Keharmonisan dan kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan warga ini turut membuahkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat kabupaten. Desa Boto tercatat meraih peringkat pertama dalam kepatuhan membayar pajak di tingkat kecamatan. Selain itu, desa ini sukses menyabet Juara 1 Lomba K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan) pada tahun 2025, serta Juara 3 dalam gelaran Expo Kecamatan Bancak.

“Kalau urusan pajak, kami selalu sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat) mengikuti instruksi dari Pak Bupati dan Pak Gubernur,” ucapnya sembari tersenyum.

Mendekati hari pencoblosan, Ariyanti menitipkan pesan menyentuh hati bagi seluruh warga Desa Boto. Ia mengingatkan agar pesta demokrasi tingkat desa ini justru menjadi perekat, bukan pemisah tatanan sosial yang sudah berjalan rukun.

“Pilkades itu hanya satu hari, tetapi hubungan kita sebagai saudara sesama warga Desa Boto itu terjalin selamanya,” tutur Ariyanti dengan sejuk.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengindahkan dawuh dari Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, agar bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. “Saya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, hidup ayem tentrem, dan beraktivitas normal seperti biasa,” pungkasnya.(*)