Laporan: Noviyanto

KENDAL,HARIAN7.COM – Warga Kelurahan Kalibuntu Wetan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengapung di Sungai Buntu, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Ngatiran (71), warga setempat. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, pria tersebut diduga meninggal dunia akibat tenggelam.

Kapolsek Kota Kendal IPTU Joko Santoso mengatakan, jasad Ngatiran pertama kali diketahui oleh dua orang yang sedang berkebun di sekitar tanggul sungai sekitar pukul 10.00 WIB.

Keduanya melihat tubuh seorang pria mengapung di aliran sungai. Mereka kemudian berinisiatif mengevakuasi korban ke tanggul di sisi barat sungai sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

“Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, korban dibawa ke RSUD dr. H. Soewondo Kendal untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut,” kata Joko.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Menindaklanjuti laporan warga, petugas Polsek Kendal bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Tim Inafis Polres Kendal dan petugas layanan medis 119 juga dilibatkan dalam proses pemeriksaan dan penanganan korban.

Berdasarkan pemeriksaan dokter Yuni Ilmiati A dari RSUD Kendal, tidak ditemukan tanda-tanda luka yang mengarah pada dugaan kekerasan akibat benturan benda keras maupun senjata tajam pada tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen karena tenggelam.

Polisi menyebut terdapat dugaan korban tidak mampu menyelamatkan diri ketika berada di air. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah korban tidak bisa berenang. Namun, kemungkinan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab korban tenggelam.

Keluarga Menolak Autopsi

Setelah identitas korban dipastikan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan meminta agar jenazah tidak menjalani autopsi.

Joko mengatakan, keluarga berencana membawa jenazah Ngatiran ke rumah untuk selanjutnya dimakamkan.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini dan meminta agar jenazah tidak diautopsi. Selanjutnya, jenazah akan dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, berdasarkan keterangan kepolisian, dugaan awal penyebab kematian korban adalah tenggelam. Tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan dalam pemeriksaan medis awal menjadi salah satu temuan dalam penanganan peristiwa tersebut.