JAKARTA,HARIAN7.COM – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar digelar secara sederhana. Bahkan, kegiatan formal hingga acara puncak tidak boleh diselenggarakan di hotel.

Arahan tersebut disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara HUT ke-62 Golkar, Wihaji, saat konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (19/10/2026).

“Pesan Ketua Umum, atas arahan Ketua Umum, seluruh rangkaian kegiatan ini nanti, termasuk puncaknya dan kegiatan formalnya, arahan beliau dilakukan dengan sederhana. Tidak boleh ada yang di hotel-hotel,” kata Wihaji.

Menurut dia, arahan tersebut diberikan agar perayaan hari jadi partai tetap memperhatikan kondisi masyarakat. Karena itu, kegiatan akan dikemas sederhana, termasuk acara syukuran di kantor DPP Golkar.

“Jadi kegiatan, semua kegiatan dilaksanakan secara sederhana, tentu bagian dari memahami suasana kebatinan masyarakat,” ujarnya.

Angka 62 mewarnai rangkaian kegiatan

Mengusung tema Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera, rangkaian peringatan HUT ke-62 Golkar dijadwalkan dimulai pada 20 Oktober 2026 dan berlangsung hingga akhir November.

Sejumlah kegiatan sosial, olahraga, perlombaan, hingga apel akbar telah disiapkan. Angka 62 juga menjadi konsep dalam berbagai agenda, mulai dari target pendonor darah hingga jumlah kader yang akan dilibatkan pada acara puncak.

Pada 20 Oktober, kegiatan diawali dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pukul 07.00 WIB. Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara.

Pada hari yang sama, Golkar menargetkan 620 pendonor dalam kegiatan donor darah. Malam harinya, partai berlambang pohon beringin tersebut akan menggelar tasyakuran di kantor DPP Golkar bersama jajaran pengurus dan anggota DPR RI.

Berikutnya, pada 25 Oktober 2026, Golkar merencanakan pembagian sembako gratis di kantor DPP dan berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut ditargetkan menjangkau 514 kabupaten/kota, meski pelaksanaannya tidak dilakukan serentak.

Untuk kegiatan simbolis di tingkat pusat, panitia menyiapkan sekitar 620 paket sembako. Sementara itu, pelaksanaan di daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan dan agenda masing-masing wilayah.

Dari olahraga hingga lomba jingle Bahlil

Memasuki November, rangkaian perayaan akan diisi dengan kegiatan olahraga dan hiburan.

Pada 7 November 2026, Golkar menjadwalkan pertandingan mini soccer, badminton, dan basket di Jakarta. Panitia berencana menghadirkan atlet nasional, sementara Bahlil juga dijadwalkan ikut bermain badminton.

Selanjutnya, kegiatan e-sport direncanakan berlangsung pada 14 November di kantor DPP Golkar dan dapat disaksikan masyarakat melalui siaran langsung.

Golkar juga menggelar lomba film pendek dan jingle yang terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia. Materi lomba akan mengangkat ungkapan yang identik dengan Bahlil, seperti “kanda”, “dinda”, “abuleke”, dan “paten”.

Lomba tersebut dijadwalkan pada 20 November 2026. Dua hari kemudian, tepatnya 22 November, Golkar akan mengadakan Golkar Run di Jakarta dengan kategori lari 6,2 kilometer dan jalan sehat 2,6 kilometer.

Puncak HUT di Bandung, target 62.000 kader

Puncak peringatan HUT ke-62 Golkar dijadwalkan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 29 November 2026. Panitia menargetkan sebanyak 62.000 kader partai mengikuti apel akbar tersebut.

Selain apel dan defile, acara juga akan diisi kegiatan UMKM gratis bagi masyarakat sekitar lokasi. Sebanyak 620 pelaku UMKM dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat dan wilayah lain di Indonesia, direncanakan terlibat.

“Apel akbarnya akan ada di Jawa Barat, tepatnya di Bandung, dengan melibatkan 62.000 massa kader-kader Golkar, saya ulangi kader-kader Golkar,” kata Wihaji.

Ia menambahkan, kegiatan UMKM gratis tersebut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan yang melibatkan masyarakat di sekitar lokasi acara.

Daerah diberi ruang menyesuaikan kegiatan

Wihaji menjelaskan, rangkaian HUT tidak hanya berpusat di Jakarta, tetapi juga melibatkan pengurus DPD Golkar tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Panitia telah menyiapkan petunjuk pelaksanaan dan teknis untuk sejumlah agenda formal. Namun, pengurus daerah tetap diberi ruang menyesuaikan kegiatan sosial dengan kebutuhan masyarakat setempat, termasuk mempertimbangkan adat dan budaya daerah.

“Tapi untuk kegiatan bakti sosial menyesuaikan di tempat masing-masing. Dan masing-masing daerah juga kita kasih kewenangan apabila memang ada hal-hal yang menarik dan tentu menjadi kebutuhan di masing-masing kabupaten/kota yang mungkin agak berbeda,” pungkasnya.

Dengan arahan agar perayaan berlangsung sederhana dan tidak menggunakan hotel, Golkar menyiapkan rangkaian kegiatan yang menggabungkan agenda internal partai, aktivitas sosial, olahraga, serta pelibatan pelaku UMKM dan masyarakat.(Yuanta)