Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Pengerjaan proyek peningkatan jalan Krawang–Jojo di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi perhatian usai ditemukannya sejumlah keretakan pada struktur beton yang sedang digarap.

Proyek jalan sepanjang 1.811 meter dengan lebar 6 meter tersebut menggunakan konstruksi kombinasi beton dan aspal. Munculnya retakan di beberapa titik beton yang masih dalam proses pengerjaan sempat memicu pertanyaan terkait mutu fisik pekerjaan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Supriyadi, menegaskan bahwa keretakan yang terlihat berada tepat di area sambungan struktur dowel. Menurutnya, hal tersebut bukan masalah teknis yang serius dan merupakan bagian dari proses pengerjaan jalan beton.

“Keretakan itu tidak apa-apa karena posisinya pas di sambungan bagian dowel. Nantinya area tersebut akan dipotong atau di-cutting lalu diisi sealant aspal. Apabila ada keretakan di luar posisi garis pemotongan, kami berusaha akan membongkarnya,” kata Supriyadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).

Ia menerangkan, pemasangan dowel berupa besi tulangan pada sambungan berfungsi menyerupai sambungan muai agar pola retakan beton terkendali secara rapi pada setiap segmen.

Proyek ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp5.158.766.635.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Kusuma Bhakti serta diawasi oleh CV Ikigaiku Konsultan, dengan masa kontrak mulai 29 Juni 2026 hingga 26 Oktober 2026.

Supriyadi menambahkan, proyek tersebut sempat mengalami keterlambatan progres sekitar dua pekan lalu, di mana realisasi baru mencapai 52 persen dari target awal 62 persen. Meski demikian, pihaknya terus mendorong percepatan agar pengerjaan rampung sesuai tenggat waktu.

“Kami berharap pekerjaan ini segera selesai tepat waktu. Jika nantinya terjadi keterlambatan melewati batas kontrak, sanksi denda akan kami kenakan sesuai aturan,” tegasnya.

Pengawasan ketat terhadap fisik proyek di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan hasil akhir jalan memiliki kualitas dan daya tahan sesuai spesifikasi teknis sebelum dilintasi masyarakat.