Laporan : Tim
NGANJUK | HARIAN7. COM – Pelaksanaan proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMK Al Husna Loceret, Kabupaten Nganjuk, disorot. Pasalnya, para pekerja di lapangan terlihat mengabaikan Alat Pelindung Diri (APD) dan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan pantauan tim media di lokasi, Senin (28/9/2026) pukul 11.05 WIB, sebuah helm proyek berwarna kuning justru digantung di papan informasi proyek, bukan dipakai oleh pekerja.
Padahal dalam foto papan proyek tertera jelas, kegiatan tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan Rp 1.764.237.000, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender (Juli-November 2026) dan pelaksana P2SP.
Di dalam lokasi, beberapa pekerja tampak bekerja tanpa helm, tanpa sepatu safety, bahkan ada yang hanya mengenakan sandal jepit saat mengaduk pasir dan semen. Seorang pekerja lainnya terlihat berada di atas scaffolding tanpa sabuk pengaman (safety belt).
Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat proyek dengan nilai miliaran rupiah dari pemerintah pusat tersebut wajib menerapkan K3 sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana P2SP dan pihak SMK Al Husna Loceret belum memberikan keterangan terkait lemahnya pengawasan K3 di lokasi proyek tersebut. (*)









Tinggalkan Balasan