DEPOK HARIAN7.COM — Kehadiran kepengurusan baru Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok periode 2026–2029 disambut optimistis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok.
Ketua Kadin Kota Depok Dr. Karlina Mars melihat HIPMI sebagai kekuatan strategis yang dapat ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, karakter pengusaha muda yang identik dengan kreativitas, energi, dan jejaring luas menjadi modal penting untuk menjawab tantangan ekonomi Kota Depok.
“Sebagai Kadin, saya tentu senang dan bangga melihat anak-anak muda Depok yang tergabung dalam HIPMI akhirnya dilantik. Saya berharap mereka menjadi salah satu unsur penting dalam pembangunan ekonomi Kota Depok,” ujar Karlina saat menghadiri pelantikan HIPMI Depok, Sabtu (19/9/2026).
Energi Anak Muda Dinilai Jadi Modal Besar
Karlina menilai Depok memiliki karakter sebagai kota urban yang membutuhkan pengembangan sektor ekonomi yang adaptif terhadap perubahan. Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah ekonomi kreatif.
Menurutnya, generasi muda memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran melalui inovasi dan pengembangan usaha berbasis kreativitas.
“Anak muda energinya masih besar, kreativitasnya tinggi dan memiliki banyak jaringan. Ini bisa menjadi kekuatan untuk menumbuhkan ekonomi di Kota Depok,” katanya.
Karena itu, ia berharap HIPMI tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi mampu menerjemahkan potensi anggotanya menjadi program yang memberikan manfaat langsung.
HIPMI Bagian dari Ekosistem Kadin
Karlina menjelaskan HIPMI merupakan salah satu Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin. Posisi tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Kadin dan HIPMI.
Namun, kolaborasi tidak harus selalu dilakukan dalam satu pola. Setiap organisasi maupun asosiasi memiliki kompetensi masing-masing yang dapat disatukan dalam program bersama.
“Kita tidak hanya melihat HIPMI sebagai organisasi, tetapi melihat keahlian dan potensi yang dimiliki anggotanya. Program bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” jelasnya.
Menurut Karlina, pola tersebut memungkinkan Kadin membangun kerja sama dengan berbagai ALB lainnya, seperti organisasi pengusaha, sektor pariwisata, jasa konstruksi, hingga asosiasi usaha lainnya.
Kadin Fokus Perkuat UMKM
Selain menggandeng pengusaha muda, Kadin Kota Depok juga tengah mendorong penguatan sektor UMKM.
Karlina menyebut pihaknya memiliki target untuk mendorong sekitar 1.000 UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan naik kelas.
“Kami akan melihat apa yang dibutuhkan UMKM, kemudian kita bantu dan upgrade supaya mereka bisa naik kelas,” ujarnya.
Ia menilai penguatan UMKM penting karena sektor tersebut menjadi salah satu bagian besar dari aktivitas perekonomian Kota Depok.
Salah satu sektor yang banyak digeluti pelaku UMKM saat ini adalah kuliner. Namun, Karlina mengingatkan peta usaha dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi dan kebutuhan pasar.
“Data sementara yang kami punya memang banyak di sektor kuliner. Tetapi datanya perlu terus diperbarui karena kondisi usaha berubah-ubah. Ada yang sebelumnya di fashion kemudian berpindah ke kuliner,” katanya.
Program Harus Berujung pada Aksi
Karlina berharap kepemimpinan baru HIPMI Depok di bawah Ardian Fajar Prastyawan mampu membangun komunikasi yang kuat dengan Kadin maupun organisasi lainnya.
Menurutnya, kolaborasi yang dibangun jangan berhenti pada pertemuan atau gagasan, tetapi harus menghasilkan program yang dapat dirasakan pelaku usaha dan masyarakat.
“Harapan saya HIPMI sebagai ALB Kadin bisa berkolaborasi dengan hangat, bukan hanya dengan Kadin tetapi juga dengan ALB lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, sinergi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat program Pemerintah Kota Depok, khususnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan kapasitas UMKM.
“Yang utama saat ini adalah pengembangan ekonomi kreatif dan bagaimana UMKM bisa naik kelas. Itu yang harus kita kerjakan bersama,” pungkas Karlina.









Tinggalkan Balasan