Laporan: Muhamad Nuraeni
GROBOGAN | HARIAN7.COM – Ketika hujan tak kunjung turun, ikhtiar tidak selalu berhenti pada menunggu langit berubah mendung. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, ikhtiar itu diwujudkan melalui doa bersama.
Pada Jumat (18/9/2026), pegawai, warga binaan, dan peserta magang Hub Kemnaker mengikuti Shalat Istisqa secara berjamaah.
Shalat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Di Lapas Purwodadi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kerohanian bagi warga binaan dan penguatan nilai spiritual bagi pegawai serta peserta magang.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Para peserta bersama-sama memanjatkan doa, memohon turunnya hujan sekaligus keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan kajian agama.
Materi kajian tidak hanya berbicara tentang doa dan harapan akan turunnya hujan, tetapi juga mengajak peserta meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan, kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter di lingkungan pemasyarakatan.
Menurut dia, pembinaan kerohanian tidak hanya ditujukan kepada warga binaan, tetapi juga menjadi ruang bagi petugas dan peserta magang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh jajaran pegawai dan peserta magang untuk bersama-sama meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta memohon keberkahan dan turunnya hujan,” ujar Erik.
Ia mengatakan Shalat Istisqa juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mempererat kebersamaan.
“Selain sebagai bentuk ikhtiar, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan mempererat kebersamaan,” katanya.
Bagi Lapas Purwodadi, pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang harmonis dan humanis.
Nilai-nilai moral dan keagamaan diharapkan tidak berhenti dalam kegiatan seremonial. Nilai tersebut juga diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Shalat Istisqa akhirnya bukan sekadar menengadahkan tangan memohon hujan.
Di lingkungan Lapas Purwodadi, doa itu juga menjadi pengingat bahwa perubahan diri membutuhkan ikhtiar, kesadaran dan kemauan untuk memperbaiki diri.
Hujan adalah sesuatu yang dinantikan.
Namun di balik doa meminta air dari langit, ada harapan lain yang ingin ditumbuhkan: agar setiap orang yang mengikuti kegiatan tersebut pulang membawa kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.









Tinggalkan Balasan