Laporan: Ratmaningsih
TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Niat mencari burung di tengah malam berubah menjadi petaka. Muhlisin (25), warga Desa Sriwungu, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam lebih dari 50 meter.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (12/8/2026) dini hari di kawasan Alas Mangli Kedungwatu, Dusun Tempuran, Desa Losari. Bukannya pulang membawa hasil buruan, Muhlisin justru harus dievakuasi oleh tim gabungan dari dasar jurang.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Temanggung, kejadian bermula sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu Muhlisin bersama rekannya, Mudi Rahayu, tengah berburu burung liar dengan membawa senapan angin dan senter.
Namun, suasana gelap dan medan yang berada di kawasan jurang membuat langkah korban berujung petaka. Muhlisin diduga terpeleset hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke jurang yang memiliki kedalaman sekitar 50 meter.
Mudi kemudian meminta bantuan kepada Tuham, warga Dusun Tempuran, yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada Sekretaris Desa Sriwungu.
Laporan kejadian baru diterima BPBD Kabupaten Temanggung sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi, meski medan terjal dan gelap menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, POLRI, Pemerintah Desa, dan masyarakat akhirnya menemukan korban sekitar pukul 03.45 WIB. Muhlisin ditemukan di dasar jurang dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara biasa. Petugas harus menggunakan teknik penyelamatan vertikal atau vertical rescue karena lokasi korban berada di medan curam dan sulit dijangkau.
Menurut Priyo Hatjanto, S.A.P, salah satu petugas BPBD menyampaikan “Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan vertical rescue karena medan yang curam. Korban akhirnya berhasil diangkat dan dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung pada pukul 06.00 WIB,” jelasnya.
Dalam proses evakuasi, petugas TRC BPBD yang terlibat antara lain Priyo Harjanto, S.A.P, Dian Candra, Suci Nadzar Setyobudi, Arif Supriyono, dan Budi Riyanto.
Sejumlah perlengkapan digunakan untuk mengangkat korban dari jurang, di antaranya APD, tandu, kantong mayat, senter, tripot, carmantel, serta peralatan vertical rescue.
BPBD Kabupaten Temanggung mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di kawasan perbukitan maupun jurang, terlebih pada malam hari.
“Pastikan kondisi fisik prima, membawa penerangan cukup, dan tidak melakukan aktivitas sendirian di area berbahaya,” demikian disampaikan melalui Pusdalops BPBD Temanggung.









Tinggalkan Balasan