Laporan: Fera Marita

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM – Sukiyem (65), warga Desa Kaligandu, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, akhirnya bisa tersenyum lega. Setelah puluhan tahun hidup memprihatinkan di rumah kayu yang tidak layak, ia kini menjadi salah satu penerima manfaat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.

Satgas TMMD berhasil menyulap kediaman Sukiyem menjadi hunian permanen yang kokoh berbahan bata hebel. Rumah tersebut kini tampak segar dengan balutan cat hijau khas TNI. Bagian lantai yang dulunya hanya berupa tanah merah tanpa plesteran, kini telah berubah total menjadi lantai keramik yang bersih, rapi, dan nyaman untuk ditinggali.

Kondisi ini berbalik 180 derajat dari tampilan rumah lamanya.Rasa haru dan bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah Sukiyem saat menceritakan kembali perjuangan masa lalunya.

“Dulu rumah saya hanya dari papan. Itu pun dapat dari bantuan swadaya warga sekitar. Cuma emplek-emplek (seadanya) asal berdiri dan bisa buat berteduh dari hujan atau panas,” ujar Sukiyem dengan mata berkaca-kaca kepada harian7.com, Selasa(11/8/2026).

Ia juga menyampaikan  rasa syukur atas hadirnya program ini.

“Agustus ini benar-benar membawa keceriaan buat saya. Akhirnya saya bisa memiliki rumah baru yang bagus dan kokoh berkat program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan nasib orang kecil seperti saya,”ungkapnya.

Sukiyem bukan satu-satunya warga yang merasakan berkah kemerdekaan tahun ini.

Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, sejumlah warga kurang mampu lainnya di kawasan tersebut juga mendapatkan anugerah serupa. Melalui program TMMD, TNI berkomitmen untuk terus menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pelosok daerah.(*)