Laporan: Muhamad Nuraeni
GROBOGAN | HARIAN7.COM – Selama ini hanya menjadi lahan yang belum termanfaatkan maksimal. Namun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi punya rencana berbeda. Lahan kosong seluas ribuan meter persegi di tengah kota tersebut bakal disulap menjadi kawasan hijau yang menggabungkan pertanian, edukasi, hingga wisata.
Lapas Purwodadi bersama penyuluh pertanian Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan melakukan peninjauan lahan idle di Jalan Pemuda dan area sekitar Lapas Purwodadi, Senin (10/8/2026) sore.
Lahan seluas sekitar 5.470 meter persegi itu menjadi perhatian karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agrowisata tengah kota dengan konsep kebun kelapa genjah.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut bukan sekadar untuk mempercantik kawasan, tetapi juga memiliki misi pembinaan bagi warga binaan.
Menurutnya, jika terealisasi, kawasan tersebut dapat menjadi tempat edukasi masyarakat sekaligus sarana pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi warga binaan.
“Harapannya, ke depan lahan ini bisa ditanami kelapa genjah, sehingga bisa menjadi lokasi wisata di tengah kota yang bisa dikembangkan untuk kewirausahaan bagi warga binaan,” ujar Erik.
Erik menjelaskan, pengembangan lahan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Lapas Purwodadi menggandeng Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan untuk menentukan konsep pengelolaan yang tepat.
Tak berhenti pada sektor tanaman, Lapas Purwodadi juga menyiapkan konsep integrated farming atau pertanian terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden serta program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan produktif bagi warga binaan.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Mulyadi, mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi nyata lahan sekaligus menentukan komoditas yang paling sesuai.
“Kami meninjau mengenai potensi pemanfaatan lahan. Sudah ada gambaran, kemungkinan yang cocok ditanami kelapa genjah. Tapi nanti akan kita kaji lagi,” kata Mulyadi.
Menurutnya, masih diperlukan kajian lebih lanjut terkait kondisi tanah, teknik budidaya, hingga konsep pengembangan kawasan agar hasilnya maksimal.
Jika rencana tersebut berjalan, lahan yang sebelumnya kurang produktif itu nantinya bisa berubah menjadi ruang hijau baru di tengah Kota Purwodadi. Tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi tempat belajar masyarakat tentang pertanian modern.
Bagi warga binaan, kebun kelapa genjah tersebut diharapkan menjadi “kampus lapangan” untuk belajar bercocok tanam, mengelola usaha, hingga mempersiapkan bekal keterampilan sebelum kembali ke masyarakat.
Lapas Kelas IIB Purwodadi memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar rencana tersebut dapat terealisasi dan memberikan manfaat lebih luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat Grobogan.









Tinggalkan Balasan