Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Harapan memiliki rumah yang lebih layak kini semakin dekat dirasakan Jumirah, warga RT 25 RW 9 Dusun Rejosari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga TA 2026, rumahnya terus dikebut penyelesaiannya.

Memasuki pekan keempat pelaksanaan TMMD, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Jumirah terus menunjukkan perkembangan. Pada Jumat (7/8/2026), sejumlah personel Satgas TMMD dari Koramil 05/Tuntang terlihat mengerjakan tahap lanjutan berupa plester dinding dan pemasangan keramik kamar.

Sebelum mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui program TMMD, Jumirah bersama tiga anaknya harus tinggal di rumah sederhana dengan dinding berbahan papan kayu dan kalsiboard. Kondisi tersebut jauh dari kata nyaman, terutama saat menghadapi perubahan cuaca.

Kini, wajah rumah Jumirah mulai berubah. Dinding lama telah digantikan dengan susunan bata hebel yang lebih kokoh. Selain itu, rumah tersebut juga mendapatkan tambahan fasilitas berupa dua kamar tidur baru sehingga nantinya memiliki total tiga kamar tidur.

Perubahan besar itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Jumirah. Ia mengaku tidak pernah membayangkan rumahnya bisa direnovasi menjadi lebih baik melalui bantuan TNI.

Bagi perempuan paruh baya tersebut, membangun rumah layak sebelumnya hanya menjadi impian yang sulit diwujudkan. Penghasilannya sebagai buruh masak di usaha katering milik tetangganya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya.

“Saya hanya buruh masak. Pagi jam setengah empat atau jam tiga sudah berangkat, siang hari sudah pulang. Upahnya cuma cukup untuk kebutuhan harian dan bayar sekolah. Tidak mungkin bisa membangun rumah bagus kalau tidak ada bantuan dari bapak-bapak TNI,” ungkap Jumirah.

Dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, pembangunan rumah Jumirah terus dipercepat. Pihak Koramil 05/Tuntang memastikan proses pengerjaan akan rampung sebelum 10 Agustus 2026.

Bagi Jumirah, rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi hadiah terindah menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Program TMMD kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya menghadirkan perubahan infrastruktur, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.