Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Tupar, warga Dusun Cukil, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terus dikebut oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga TA 2026.

Menjadi salah satu rumah yang pengerjaannya paling akhir dibanding penerima bantuan RTLH lainnya, membuat personel Koramil 02/Pabelan selaku koordinator harus bekerja ekstra agar pembangunan tetap berjalan sesuai target.

Sejak proses pembongkaran dimulai, rumah kayu milik Tupar perlahan mulai berubah. Dinding lama yang sebelumnya menggunakan material sederhana kini diganti dengan bata hebel yang dinilai lebih kuat, kokoh, dan efisien dalam proses pemasangan.

Setiap hari, puluhan bata hebel terus berdatangan ke lokasi pembangunan. Material tersebut dipilih karena memiliki ukuran lebih besar dibanding bata merah biasa, sehingga proses pemasangan dapat dilakukan lebih cepat dan membantu mengejar waktu pengerjaan.

Selain mempercepat pembangunan, bata hebel juga memiliki bobot yang lebih ringan sehingga mampu mengurangi beban pada struktur dan pondasi bangunan. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan material tersebut untuk mempercepat penyelesaian rumah Tupar.

Meski harus mengejar ketertinggalan waktu, personel Koramil 02/Pabelan memastikan pembangunan rumah tersebut tetap berjalan maksimal.

“Memang pengerjaannya sempat tertinggal, tetapi kami terus berupaya mengejar target. Personel setiap hari dikerahkan agar rumah Tupar bisa selesai tepat waktu,” ungkap salah satu anggota Koramil 02/Pabelan.

Dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, rumah Tupar diharapkan segera berubah menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarganya.

Bagi Satgas TMMD, percepatan pembangunan bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga yang selama ini membutuhkan tempat tinggal yang lebih baik.