Laporan: Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM – Seorang prajurit TNI anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga memanfaatkan mesin gerinda potong sebagai alat pengasah pisau dan sabit milik warga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026) pagi.
Aksi kreatif ini dilakukan di sela-sela waktu luang pengerjaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).Awalnya, mesin gerinda tersebut digunakan oleh personel TNI untuk memotong material bangunan seperti keramik dan baja ringan. Namun, setelah pekerjaan utama selesai, alat tersebut beralih fungsi menjadi pengasah alat pertanian warga setempat.
“Mengasah pisau dan sabit dengan gerinda sebenarnya membutuhkan kehati-hatian ekstra agar bilah logam tidak terlalu panas dan rusak,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi.
Untuk mendapatkan ketajaman yang maksimal, proses pengasahan harus menggunakan mata gerinda halus atau flap disc. Selain itu, mata pisau atau sabit perlu dicelupkan ke dalam air secara berkala untuk menjaga suhu logam. Panas yang berlebih justru dapat membuat material baja melunak sehingga menurunkan kualitas ketajamannya.
Penggunaan mesin gerinda sebagai alat pengasah ini tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Dibutuhkan keahlian dan fokus yang tinggi agar penggunaannya tetap aman dan memberikan hasil yang memuaskan bagi para petani di Desa Cukil.(*)









Tinggalkan Balasan