Laporan : Fera Marita
KAB. SEMARANG, HARIAN7.COM – Aisyah (63), warga Dusun Dlisem, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, kini bisa tersenyum lega. Lansia yang hidup sebatang kara ini menjadi satu-satunya penerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.
Sebelumnya, Aisyah tinggal di rumah sederhana berdinding papan kayu dan beratap asbes di area perkebunan. Rumah tersebut dahulunya dibangun secara swadaya dari hasil bantuan warga sekitar.
Tanpa pekerjaan tetap, Aisyah selama ini hanya mengandalkan bantuan dari sanak saudara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia sempat menyibukkan diri dengan mengumpulkan daun cengkih kering untuk dijual. Namun, sumber penghasilan itu terputus setelah pohon cengkih milik tetangganya ditebang.
“Saya kadang juga jadi buruh derep (pemanen padi). Kalau ada yang mengajak ya ikut, kalau tidak ada ya di rumah saja,” ujar Aisyah.
Upah hasil memanen padi berupa gabah itulah yang ia gunakan untuk menyambung hidup selama beberapa hari. Meski tubuh tuanya sudah mulai membungkuk, ia masih kuat berjalan kaki hingga belasan kilometer demi segenggam gabah.Kondisi memprihatinkan Aisyah tidak hanya terlihat dari struktur bangunannya.
Sebelum dirombak oleh Satgas TMMD, rumah tersebut sama sekali tidak memiliki fasilitas sanitasi. Aisyah harus berjalan ke sungai dekat rumahnya untuk mandi dan mencuci pakaian.
Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD berinisiatif menambahkan pembangunan kamar mandi dan fasilitas MCK di dalam rumah baru Aisyah.Saat ini, proses pembangunan rumah Aisyah sudah hampir rampung.
Momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi berkah tersendiri bagi Aisyah, yang akhirnya bisa menikmati masa tuanya di hunian yang layak, aman, nyaman, serta dilengkapi fasilitas sanitasi yang memadai.(*(









Tinggalkan Balasan