Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Harapan untuk memiliki rumah yang lebih nyaman kini semakin dekat dirasakan Imam Sukayat, warga RT 16 RW 6 Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Rumah miliknya yang menjadi salah satu sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026 kini telah memasuki tahap pemasangan atap baru.

Memasuki pekan kedua pelaksanaan TMMD, progres pembangunan rumah Imam Sukayat terus menunjukkan perkembangan. Atap lama yang sebelumnya sudah tidak layak kini telah digantikan dengan galvalum pasir berwarna merah yang membuat tampilan rumah terlihat lebih rapi.

Pemilihan galvalum pasir bukan tanpa alasan. Material tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan atap galvalum biasa, di antaranya mampu meredam suara ketika hujan turun serta membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam rumah.

Selain memiliki fungsi perlindungan yang lebih baik, lapisan pasir pada galvalum juga memberikan nilai estetika karena tersedia dalam berbagai pilihan warna. Material ini juga dikenal memiliki daya tahan terhadap karat dan perubahan cuaca.

Dengan terpasangnya atap baru tersebut, Imam Sukayat mengaku lebih lega. Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman bagi keluarganya.

Koramil Sumowono selaku koordinator rehabilitasi RTLH milik Imam Sukayat menyampaikan, proses pengerjaan rumah tersebut kini tinggal menyelesaikan beberapa bagian akhir.

“Pengerjaan saat ini tinggal plester dinding bagian depan dan dalam rumah, serta pembangunan teras,” ungkap pihak Koramil Sumowono.

Pihak Koramil Sumowono menargetkan pembangunan rumah tersebut selesai sebelum pertengahan Agustus 2026. Dengan demikian, Imam Sukayat bersama keluarga diharapkan dapat segera menempati rumah baru yang lebih layak.

Program rehabilitasi RTLH dalam TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. Melalui pembangunan tersebut, warga yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak kini mendapat kesempatan memiliki hunian yang lebih sehat dan nyaman.