DEPOK|HARIAN7.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menemukan mitra baru dalam upaya pengurangan volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung, yakni maggot atau larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF). Hewan kecil ini kini dijuluki sebagai “sahabat” DLHK karena kemampuannya mengurai sampah organik secara cepat dan efisien.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa pemanfaatan maggot merupakan bagian dari strategi inovatif untuk menekan dominasi sampah organik yang selama ini menjadi beban terbesar di TPA. Data DLHK menunjukkan bahwa sampah organik menyumbang lebih dari 50 persen dari total timbulan sampah harian di Kota Depok.

“Maggot ini benar-benar menjadi sahabat kami di DLHK. Dalam waktu singkat, mereka mampu mengurai sisa makanan, buah-buahan, dan sayuran menjadi kompos yang bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke landfill,” ujar Reni saat memberikan keterangan persnya melalui pesan singkat, Selasa (28/7/2026)

Efisiensi Pengolahan dan Ekonomi Sirkular

Menurut Reni, efisiensi maggot dalam mengolah sampah sangat tinggi. Satu kilogram maggot diketahui dapat mengonsumsi hingga dua kilogram sampah organik per hari. Proses biokonversi ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan residu berupa kasgot (bekas maggot) yang kaya nutrisi. Kasgot ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi untuk sektor pertanian dan perkebunan.

“Selain mengurangi beban TPA, hasil sampingan dari budidaya maggot ini memiliki nilai jual. Ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular di mana sampah diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” tambahnya.

Guna memperluas dampak positif ini, DLHK Kota Depok tengah mengembangkan pusat pembibitan dan budidaya maggot skala menengah. Program ini melibatkan kelompok masyarakat dan bank sampah, dengan harapan dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya.

Dukungan Edukasi dan Potensi Pasar

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, DLHK menggandeng akademisi dan praktisi lingkungan guna memberikan pelatihan teknis kepada pengelola bank sampah dan komunitas peduli lingkungan. Materi edukasi mencakup teknik perawatan maggot, optimalisasi pakan, hingga strategi pemasaran produk turunan seperti pupuk organik dan maggot kering untuk pakan ternak.

Reni berharap, dengan adanya “sahabat” baru berupa maggot ini, target pengurangan sampah di sumber sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen sesuai Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 dapat tercapai lebih cepat.