Laporan : Fera Marita

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik.

Kehadiran para prajurit di lapangan juga menyasar pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik warga setempat.Salah satunya terlihat di rumah Ahmad Fauzi, warga RT 18 RW 07 Dukuh Banjari, Desa Cukil. Usaha kecil pembuatan tempe miliknya mendadak ramai oleh kehadiran personel satgas yang ikut membantu proses produksi.

Prada Akbar, seorang anggota Satgas TMMD dari kesatuan Brigif TP 43 Muria, tampak cekatan memasukkan ribuan biji kedelai ke dalam mesin selep pengupas kulit ari.

Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa sebelum diolah menjadi tempe, butiran kedelai kering harus dipisahkan dari kulit arinya terlebih dahulu. Penggunaan mesin selep dipilih untuk mempermudah dan mempercepat efisiensi waktu kerja.

“Pertama-tama biji kedelai kering dengan kadar air rendah dimasukkan langsung ke mesin pengupas. Selanjutnya, rol gerinda atau silinder abrasif akan memecah dan mengupas kulit ari kedelai lewat gesekan. Proses ini menghasilkan butiran kedelai yang bersih tanpa kulit ari,” ujar Ahmad saat menjelaskan alur produksi kepada prajurit.

Sembari menyimak edukasi tersebut, Prada Akbar terus bekerja mengoperasikan mesin tanpa canggung.

Interaksi yang terbangun tanpa sekat di ruang produksi ini membuktikan bahwa slogan “TNI Manunggal Bersama Rakyat” nyata terjadi di lapangan. Momentum TMMD di Desa Cukil ini menjadi bukti nyata kepedulian kepedulian TNI terhadap geliat ekonomi warga pedesaan. (*)