DEPOK | HARIAN7.COM – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus menggaet berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi rumah ibadah, untuk berpartisipasi aktif dalam tata kelola sampah. Langkah terbaru dilakukan melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar di Gereja GPIB Imanuel Depok.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Agus Setiawan dari Unit Pengolahan Sampah (UPS) Merdeka. Kehadiran jajaran DLHK dan UPS Merdeka ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta edukasi langsung kepada para jemaat agar lebih peduli terhadap penanganan sampah di lingkungan masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum strategis untuk penguatan “Program Ember Biru”. Program yang diinisiasi di lingkungan gereja dan rumah ibadah ini dirancang untuk mendukung implementasi tata kelola sampah yang lebih baik, terstruktur, dan berkelanjutan. Melalui program ini, jemaat diajak untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya sebelum diangkut oleh petugas kebersihan.
Komitmen Nyata Jemaat
Respons positif dan komitmen nyata langsung ditunjukkan oleh para jemaat usai mengikuti sosialisasi. Gereja berkomitmen untuk tidak hanya berhenti pada tahap edukasi, melainkan menindaklanjutinya dengan aksi terorganisir.
Salah satu perwakilan jemaat mengungkapkan bahwa ke depannya akan dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) di masing-masing sektor wilayah jemaat. Pokja ini akan bertugas untuk menghimpun dan mengelola sampah-sampah bernilai ekonomis.
“Ke depannya akan dibentuk pokja di masing-masing sektor untuk menghimpun sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan atau dijual. Selain itu, kami juga akan memperkuat pemilahan sampah langsung dari rumah oleh masing-masing jemaat,” ujar salah satu jemaat usai kegiatan,Sabtu (25/7/2026)
Kolaborasi antara DLHK Kota Depok, UPS Merdeka, dan komunitas gereja ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi dan komunitas lainnya di Kota Depok. Dengan keterlibatan aktif dari tingkat rumah tangga dan komunitas, beban sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) diharapkan dapat berkurang secara signifikan.









Tinggalkan Balasan