Laporan: Tambah Santoso

PATI | HARIAN7.COM – Mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan pada momen libur akhir pekan, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati menggelar patroli sekaligus pemantauan intensif di objek wisata air Poncodan Waduk Seloromo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, pada Minggu (19/7/2026).

Dipimpin langsung oleh personel Satpolairud, petugas menyisir kawasan wisata untuk memberikan edukasi secara persuasif kepada pengelola, pengunjung, hingga nahkoda perahu dan rakit. Fokus utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama beraktivitas di wilayah perairan.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menjelaskan bahwa patroli rutin ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menekan potensi kecelakaan air (laka air).

“Pada libur akhir pekan, jumlah pengunjung otomatis mengalami peningkatan. Karena itu, kami mempertebal patroli dan pemantauan untuk memastikan seluruh aktivitas wisata berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan operasional,” ujar Kompol Hendrik.

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan secara tegas memberikan imbauan kepada para nahkoda perahu dan rakit agar tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas muatan yang telah ditentukan. Keselamatan wisatawan ditekankan sebagai prioritas mutlak yang tidak boleh ditawar.

“Kami mengingatkan para nahkoda agar tidak memaksakan muatan. Keselamatan harus menjadi prioritas di atas kepentingan ekonomi semata,” tegasnya.

Selain itu, Kompol Hendrik juga meminta seluruh penumpang untuk disiplin mengenakan jaket pelampung (life jacket) selama berada di atas perahu. Ia menyoroti bahwa penggunaan pelampung sering kali masih dianggap remeh oleh sebagian wisatawan.

“Penggunaan pelampung bukanlah sekadar formalitas syarat naik perahu, tetapi merupakan perlindungan utama yang bisa menyelamatkan nyawa apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat di perairan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, pihak kepolisian turut merangkul pengelola objek wisata karena mereka memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan kawasan. Pengelola diminta untuk tidak lengah dalam mengawasi aktivitas wisatawan, serta rutin mengecek kelayakan seluruh fasilitas keselamatan yang tersedia.

“Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk mengawasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar budaya peduli keselamatan semakin meningkat. Kami berharap pengelola juga aktif menegur pengunjung yang abai aturan, sehingga potensi kecelakaan bisa diminimalkan,” jelas Kompol Hendrik.