Laporan: Fera Marita

KAB. SEMARANG | HARIAN7.COM – Suara mesin molen berpadu dengan aktivitas warga yang bergotong royong menjadi pemandangan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (16/7/2026).

Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, pembangunan jalan penghubung Desa Cukil menuju Desa Kemetul terus dikebut. Jalan sepanjang kurang lebih 1.250 meter tersebut kini mulai bertransformasi dari jalan lama menjadi akses betonisasi yang lebih kokoh.

Untuk mempercepat pekerjaan, sebanyak dua unit molen besar diterjunkan ke lokasi. Mesin pengaduk beton itu menjadi “dapur berjalan” yang membantu Satgas TMMD bersama masyarakat mencampur semen, pasir, dan kerikil.

Kepala Dusun Cukil, Dimas Yudha Yuanda, mengatakan pembangunan jalan menggunakan metode betonisasi sehingga membutuhkan peralatan pendukung agar pekerjaan lebih efektif.

“Perbaikan jalan penghubung desa ini menggunakan sistem betonisasi. Jadi kita membutuhkan molen untuk pengaduk semen dan kerikil,” ujar Dimas saat ditemui Harian7.com di Dusun Gempyong, Desa Cukil.

Hingga Kamis, proses pengerjaan telah menghabiskan sekitar 70 sak semen dan 5 kubik kricak untuk kebutuhan pengecoran jalan.

Tak hanya alat berat yang bergerak, semangat warga juga ikut menjadi tenaga tambahan. Sejak pagi, masyarakat tampak berbondong-bondong turun ke lokasi, bahu-membahu bersama personel Satgas TMMD.

Bagi warga, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan harapan baru untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, mulai dari akses ekonomi hingga mobilitas antarwilayah.

Dimas menargetkan pekerjaan hari itu dapat menyelesaikan sekitar 50 meter jalan. Setelah itu, masih tersisa sekitar 1.200 meter yang harus dikerjakan hingga seluruh akses penghubung desa selesai diperbaiki.

“Targetnya kita bisa merampungkan 50 meter di hari ini. Masih ada 1.200 meter lagi yang perlu diperbaiki supaya jalan penghubung desa ini jadi sepenuhnya,” katanya.

Ia mengapresiasi hadirnya program TMMD Kodim 0714/Salatiga di wilayahnya. Menurutnya, tanpa program tersebut, perbaikan jalan sepanjang itu akan sulit diwujudkan dalam waktu dekat.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya program TMMD dari Kodim 0714/Salatiga. Tanpa adanya program TMMD ini entah kapan jalan tersebut bisa diperbaharui,” pungkasnya.