SEMARANG,HARIAN7.COM– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi mengalokasikan anggaran besar untuk memperbaiki puluhan ruas jalan dan jembatan strategis sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil guna mendongkrak kualitas infrastruktur dan meningkatkan pelayanan bagi mobilitas masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat merespons keluhan warga, terutama yang beredar di media sosial. Ia menegaskan agar proyek perbaikan tidak dilakukan secara asal-asalan.
“Begitu ada jalan berlubang dan rusak berat, harus jadi skala prioritas. Kerjakan secara profesional, jangan sekadar tambal sulam,” tegas Luthfi di Semarang.
Selain mengoptimalkan APBD, Luthfi juga meminta jajarannya mengawal usulan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) demi percepatan pembangunan.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng mencatat, program peningkatan jalan 2026 menyasar belasan ruas jalan vital. Di antaranya adalah ruas Wiradesa-Kajen, Wanayasa-Kalibening, Brigjen Sudiarto, Jepara-Keling, Kudus-Colo, Todanan-Ngawen, Demak-Godong, Kuwu-Galeh, Galeh-Ngrampal, Sirampog-Bumiayu, Jalur Penyelamat Kalijambe, hingga Batas Kota Salatiga-Kedungjati.
Tak hanya peningkatan, rehabilitasi juga dilakukan pada sejumlah jalur padat seperti Pati-Tayu, Pati-Kayen-Sukolilo, Jepara-Kudus, Patikraja–Kaliori, Sidareja-Cukangleusleus, Karanganyar-Tawangmangu-Kalisoro, serta beberapa ruas di wilayah Wonogiri dan Wonosobo.
Untuk sektor jembatan, Pemprov Jateng menjadwalkan penggantian Jembatan Dengkeng di Kabupaten Klaten. Sementara itu, rehabilitasi menyasar Jembatan Lusi Putat (Purwodadi), Jembatan Jurang Gowang (Purworejo), Jembatan Kalidawe (Temanggung), dan Jembatan Krompeng (Pekalongan-Batang).
Di luar proyek besar tersebut, Pemprov Jateng juga berkomitmen melakukan pemeliharaan rutin pada 2.414,59 kilometer jalan provinsi yang tersebar di 173 ruas, serta perawatan jembatan sepanjang 26.445,77 meter.
Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, menambahkan bahwa salah satu proyek yang kini menjadi sorotan adalah perbaikan Jalan Raya Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora. Proyek dengan nilai anggaran Rp5,276 miliar tersebut saat ini sudah memasuki tahap pelelangan.
“Anggaran tersebut difokuskan untuk menangani kerusakan berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung. Desain teknisnya akan terus kami evaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki bisa ditambah,” jelas Henggar.
Sebelumnya pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah merampungkan penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer dengan total anggaran mencapai Rp19,92 miliar.
Pihak Pemprov Jateng mengapresiasi segala kritik, laporan, dan masukan dari masyarakat. Partisipasi publik dinilai sebagai kontrol sosial penting untuk mendorong peningkatan layanan pemerintah di berbagai sektor. (*)









Tinggalkan Balasan