Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Di tengah tantangan polarisasi, derasnya arus informasi digital, dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol negara atau sekadar tema peringatan tahunan.

Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (1/6/2026).

Membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Robby menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan menghafal nilai-nilai Pancasila, melainkan menghadirkannya dalam kebijakan dan tindakan nyata.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menjadi pengingat bahwa Indonesia mampu bertahan sebagai bangsa besar karena memiliki fondasi yang menyatukan perbedaan.

Dalam amanat tersebut ditegaskan, Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup atau living ideology, yang tercermin dalam cara pemerintah membuat kebijakan, melayani masyarakat, hingga memastikan keadilan sosial dirasakan seluruh warga.

Setiap kebijakan publik, menurut amanat itu, harus berpihak kepada rakyat dan menjamin hak-hak kelompok yang paling rentan. Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Bagi Salatiga yang selama ini dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi, pesan tersebut menjadi relevan. Nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman dinilai harus terus dirawat, tidak hanya dalam pidato, tetapi juga dalam praktik pemerintahan sehari-hari.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis. Nilai-nilainya harus hadir dalam kebijakan, tindakan, dan pengabdian kepada masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat BPIP yang dibacakan Robby.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan menjaga persatuan di tengah perbedaan.