JAKARTA,HARIAN7.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan peluang investasi energi baru terbarukan (EBT) dan pengolahan sampah kepada puluhan pengusaha asal Tiongkok. Langkah agresif ini dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hijau di Jawa Tengah.

Promosi tersebut disampaikan Luthfi dalam acara Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia di Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.

Forum ini dihadiri oleh para pimpinan perusahaan besar asal Tiongkok.Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah siap menjadi pusat ekonomi nasional. Hal ini didukung oleh letak geografis yang strategis dan kesiapan kawasan industri.

“Tiongkok dan seluruh negara kami undang ke Jawa Tengah karena wilayah kami strategis menjadi hub ekonomi,” ujar Luthfi.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri aktif.

Selain itu, ada 12 daerah lain yang sedang menyiapkan kawasan industri baru. Tiongkok sendiri menjadi salah satu investor terbesar di Jateng dengan nilai investasi mencapai Rp10,13 triliun.

Dalam forum itu, Luthfi menawarkan tujuh proyek EBT. Proyek tersebut meliputi:Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)MikrohidroBiogas dan biomassaGas rawaPanas bumi (geothermal)Pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

“Kami membuka peluang lebar untuk investasi pengolahan sampah demi mendukung energi terbarukan,” tambahnya.

Rencana ini mendapat sambutan baik dari para pengusaha Tiongkok.

CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua, menyatakan ketertarikannya pada sektor pengelolaan limbah.

Hal senada dikatakan oleh CEO AAC Technologies Holdings, Benjamin Pan. Ia menilai Jawa Tengah punya potensi besar menjadi pusat manufaktur di Asia Tenggara. Pengusaha Tiongkok mengaku siap membawa modal dan teknologi tinggi ke Indonesia.(*)

Editor: Shodiq